Indosultra.com, Muna – Kondisi jalan rusak parah di Desa Korihi, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga kini belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah (Pemda) Muna. Sebagai bentuk protes dan kekecewaan, warga setempat menanami badan jalan dengan pohon pisang dan kelapa.
Kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Lubang besar, permukaan jalan yang berlubang dan tergenang air saat hujan, serta debu tebal saat musim kemarau menjadi pemandangan sehari-hari yang harus dihadapi warga.
Kepala Desa Korihi, Muhammad Aldin mengungkapkan bahwa saat ini jalan sepanjang sekitar 8 kilometer lebih tersebut sudah dalam kondisi rusak parah.
Padahal upaya pemerintah desa mengusulkan agar jalan tersebut segera diperbaiki sudah berulang kali dilakukan kepada pemerintah daerah namun tidak pernah terealisasi karena alasan keterbatasan anggaran.
“Jalan ini terakhir diperbaiki sudah lama, kalau tidak salah tahun 2007 atau 2008, masih era pak Ridwan Bae,”Kata Muhammad Aldin, Selasa (30/12/2025) saat dikonfirmasi awak media.
Aldin menyampaikan sempat ada perbaikan jalan di Desa Korihi pada tahun 2024, namun perbaikan tersebut hanya sekitar 500 meter saja di Dusun Tombula. Sementara di Dusun Dhampaka tidak tersentuh perbaikan jalan.
“Saya juga tidak tahu kenapa perbaikan jalan tersebut cuma di lakukan di satu dusun saja, sementara yang paling rusak ini di Dusun Dhampaka sebab jalan ini juga merupakan akses utama yang menghubungkan antar desa di kecamatan Lohia, “ujarnya.
Lebih lanjut ia mengaku sudah beberapa kali mengusulkan di setiap musrembang kecamatan, kemudian berkoordinasi dengan pihak Dinas PUPR dan DPRD tapi sampai sekarang tidak pernah terealisasi. Dengan alasan adanya keterbatasan anggaran dari pemerintah.
“Dan Tahun 2025 ini sya juga sudah beberapa kali berkonsultasi dengan Kepala dinas PUPR terkait kondisi jalan dan DPRD Sampai saat ini sudah sejauh itu yang kami lakukan namun belum ada tindak lanjutan karena alasan keterbatasan anggaran,”lanjutnya.
Kerusakan jalan kerap memicu kecelakaan terjadi dan konflik antar pengendara akibat menghindari lubang. “Beberapa kali warga yang terjatuh akibat jalan licin dan mengijak lubang yang tertutup genangan air,”tambahnya.
Kepala Desa Korihi berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Muna dapat segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan rusak tersebut.
Ia menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat desa, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
“Kami sangat berharap Pemda Muna tidak menutup mata. Jalan ini bukan hanya milik warga kecamatan Lohia, tetapi juga menjadi jalur penghubung antar desa. Kami ingin ada tindakan nyata, bukan sekadar wacana, agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan lancar,” ujar Kepala Desa Lohia.
Aksi tanam pohon pisang dan kelapa ini diharapkan dapat membuka mata Pemda Muna agar segera turun tangan melakukan perbaikan. Warga menegaskan, mereka tidak bermaksud merusak fasilitas umum, melainkan ingin menyampaikan aspirasi dengan cara damai.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemda Muna terkait rencana perbaikan jalan rusak di Kecamatan Lohia.
Laporan: Ramadhan



















































