Bupati Konut Ikbar Pasang Badan Untuk Warganya, Tegas ke PT BKA: Saya Berdiri Paling Depan Bela Masyarakat

‎Indosultra.com,Konut – Bupati Konawe Utara (Konut), Ikbar, turun langsung memediasi persoalan antara masyarakat lingkar tambang di Kecamatan Motui dengan perusahaan tambang PT BKA yang sempat memanas hingga berujung pada penutupan akses jalan hauling perusahaan.

‎Aksi penutupan jalan tersebut dilakukan warga sebagai bentuk protes terhadap sejumlah tuntutan yang dinilai belum mendapat perhatian dari pihak perusahaan. Akibatnya, aktivitas operasional PT BKA sempat terganggu.

‎Dalam pertemuan mediasi yang digelar bersama masyarakat dan pihak perusahaan, Bupati Ikbar menegaskan kehadirannya bertujuan untuk mencari solusi serta memastikan aspirasi masyarakat lingkar tambang dapat ditindaklanjuti secara nyata.

‎”Saya hadir di sini untuk menyelesaikan persoalan yang menjadi keluhan masyarakat lingkar tambang Motui dan menghadirkan kesimpulan yang jelas terkait permasalahan yang terjadi,” kata Ikbar.

‎Menurutnya, perusahaan harus lebih terbuka dalam menyampaikan program-program yang telah maupun akan dilaksanakan untuk masyarakat sekitar tambang.

‎Ia mencontohkan, jika masyarakat membutuhkan peningkatan sektor pendidikan, maka perusahaan dapat berkontribusi melalui pembangunan fasilitas pendidikan maupun sarana pendukung lainnya. Begitu pula di bidang kesehatan, seperti pembangunan posyandu atau pengadaan ambulans bagi masyarakat.

‎”Kalau memang sudah ada program yang dilakukan perusahaan, maka itu harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar mereka mengetahui sejauh mana kontribusi yang telah diberikan,” ujarnya.

‎Ikbar juga menyoroti pentingnya transparansi terkait bantuan pendidikan bagi pelajar di wilayah lingkar tambang, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

‎”Program bantuan pendidikan harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Jangan sampai ada informasi yang tidak diketahui warga,” tegasnya.

‎Bupati Konut itu menegaskan bahwa dirinya akan berdiri bersama masyarakat apabila aspirasi mereka tidak mendapat perhatian yang layak dari perusahaan.

‎”Saya tidak ingin hanya mendengar laporan. Harus ada kepastian. Jika keluhan masyarakat lingkar tambang Motui tidak terpenuhi, mohon maaf, saya adalah bupati mereka dan saya akan berdiri paling depan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat saya,” tegas Ikbar.

‎Ia berharap komunikasi antara perusahaan dan masyarakat dapat berjalan lebih baik sehingga berbagai persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui dialog dan kerja sama yang saling menguntungkan.


‎Laporan: Krismawan

Koran Indosultra