Kasus Viral Warga Konawe Mengaku Disekap di Kamboja Berubah Arah, Relawan Ungkap Sejumlah Kejanggalan, Diduga Modus Penipuan

Indosultra.com, Kendari – Kasus viral seorang pria yang mengaku sebagai warga Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi korban penyekapan di Kamboja memasuki babak baru. Setelah sempat mengundang simpati publik dan mendapat bantuan dari berbagai pihak, kini muncul dugaan bahwa kasus tersebut mengarah pada modus penipuan.

Salah satu relawan yang berinisiatif membantu proses penyelamatan, Anggie Jodha Lasiawa, warga Kota Kendari, mengaku awalnya tergerak memberikan bantuan atas dasar kemanusiaan. Ia mengaku percaya dengan kondisi yang disampaikan pria tersebut melalui video yang viral di media sosial.

“Saya menolong karena nyawanya seperti yang kita bilang disekap di Kamboja dan tidak makan. Saya sedih karena ada satu daerahku yang lagi disekap, apalagi dia bilang dia orang susah,” ujar Anggie, Kamis (16/7/2026) dalam unggahan media sosialnya.

Bahkan ia mengungkapkan, sejak pagi ia bahkan berkeliling mencari tambahan penghasilan bersama anaknya demi dapat mengirimkan bantuan kepada pria tersebut.

“Dari pagi saya keliling sama anakku cari orderan. Begitu saya dapat untung, tidak ada kata-kata, langsung saya transferkan demi kasih selamat dari penyekapanmu. Senangku terharu karena bisa saya bantu,” katanya.

Dari percakapan singkat yang dibagikan Anggie Jodha. Disitulah dirasakan keanehan. Karna korban meminta agar dikirimkan lagi sejumlah uang 100 dollar untuk membayar biaya transportasi travel yang ia tumpangi.

“Kakak jodah, emungkinan Malam
ini Ndk bisa Tembus Karena Banyak sekali Petugas Di depan, Ini juga supir Travel nya takut juga karena posisi nya zc tidak ada pasport, dia sudah bilang kalau ada 100 dolar untuk case nya itu baru kata bisa, zc sudah usah mi juga telpon ke kampung tapi belum ada informasi, “tulisnya.

Namun, seiring berjalannya proses bantuan, Anggie mengaku mulai menemukan sejumlah kejanggalan dari keterangan yang disampaikan pria tersebut.

Ia menyebut pria itu kembali meminta uang dengan berbagai alasan. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa bantuan kemanusiaan yang diberikan justru dimanfaatkan sebagai modus penipuan.

“Tapi ternyata tujuanmu lain. Kamu viral gara-gara bikin rekaman seakan-akan lagi disekap sampai-sampai pemerintah turun tangan dengan kasus ini. Tapi ternyata kayaknya penipu. Kasihan, semoga apa yang diucapkan terjadi betul cepat atau lambat. Padahal saya kasihan, dari pagi saya tunggu mau bawa ke Kedutaan Indonesia,” tegasnya.

Sebelumnya, perhatian publik tertuju pada rekaman video pria tersebut yang mengaku disekap di Kamboja, tidak diberi makan, serta memohon bantuan pemerintah dan masyarakat agar dapat dipulangkan ke Indonesia.

Bahkan, bantuan yang berhasil dihimpun disebut telah digunakan untuk membiayai keberangkatan pria tersebut menuju Thailand sebagai bagian dari upaya evakuasi dari wilayah perbatasan Kamboja–Thailand.

Informasi mengenai dugaan tersebut pun mulai beredar luas di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah pihak meminta agar kasus ini diusut secara menyeluruh untuk memastikan apakah benar pria tersebut merupakan korban tindak pidana perdagangan orang atau justru memanfaatkan belas kasihan publik melalui informasi yang tidak sesuai fakta.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi pemerintah terkait yang memastikan kebenaran dugaan tersebut.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap berhati-hati dalam menyalurkan bantuan melalui media sosial dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, sembari menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

Laporan: Ramadhan

Koran Indosultra