‎Inovasi Pendidikan di Konsel: SMPN 1 Ranomeeto Resmi Manfaatkan Papan Pintar Interaktif ‎

Indosultra.com, Konsel – SMP Negeri 1 Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi mengadopsi teknologi Interactive Flat Panel (IFP) atau Smartboard dalam proses belajar mengajar sehari-hari, Senin (21/07/2026).

‎Pantauan media di lokasi menunjukkan antusiasme puluhan siswa-siswi yang tampak ceria dan fokus mengikuti materi pelajaran melalui papan tulis interaktif modern tersebut.

‎Kepala SMPN 1 Ranomeeto Nirman, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan Smartboard dari Kementerian yang disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan. Menurutnya, inovasi ini menjadi langkah nyata sekolah dalam menjawab tantangan kemajuan teknologi.

‎”Kami sangat bersyukur. Bantuan ini langsung kami implementasikan agar manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh siswa. Untuk teknisnya, kami membentuk tim khusus guna menyusun prosedur pembelajaran berbasis papan pintar ini,” katanya.

‎Ia menambahkan, pihak sekolah menerapkan sistem jadwal bergilir (multi-kelas) agar seluruh murid bisa merasakan pengalaman belajar interaktif. Saat ini, Smartboard ditempatkan di dua lokasi strategis, yakni ruang aula dan laboratorium komputer.

‎”Dengan sistem bergilir ini, semua kelas terakomodasi. Pembelajaran jadi jauh lebih efektif, peserta didik lebih cepat memahami materi, dan dampaknya sangat positif,” tambahnya.

‎Respon positif juga datang dari para tenaga pengajar. Marsina, guru Bahasa Indonesia, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya papan pintar tersebut dalam menyusun strategi mengajar yang menyenangkan.

‎”Bantuan ini sangat mendukung tugas saya sebagai guru. Pembelajaran di kelas jadi jauh lebih hidup dan interaktif,” ungkap Marsina.

‎Sementara itu, salah satu siswa, Rafif Naufal Fadilah, mengaku senang dengan metode belajar baru ini. Menurutnya, penyampaian materi visual lewat Smartboard membuatnya lebih mudah paham.

‎”Sangat terbantu. Belajar pakai Smartboar bikin materi pelajaran jadi lebih gampang dipahami dan tidak membosankan,” tutur Rafif.


‎Laporan: Krismawan

Koran Indosultra