Indosultra.com, Kendari – Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (10/5/2026) pagi membuat aliran sungai tak lagi mampu menampung debit air, hingga seketika mengubah Kelurahan Kambu menjadi lautan air berwarna cokelat keruh dengan ketinggian mencapai paha orang dewasa.
Pantauan langsung di lokasi menunjukkan Jalan Hidayatullah, salah satu ruas jalan utama di kawasan itu, lumpuh total tak bisa dilewati kendaraan.
Air meluap dengan deras dan cepat, merembes masuk ke rumah-rumah warga hingga ke kompleks asrama mahasiswa yang berada di sekitar aliran sungai. Ketinggian air naik drastis mulai pukul 06.30 WITA pagi tadi.
“Air sudah setinggi paha orang dewasa. Penyebab utamanya jelas karena air sungai meluap deras masuk ke pemukiman kami,” ungkap Uli (27), warga terdampak.
Kecepatan air yang naik hanya dalam hitungan menit membuat warga tak punya banyak waktu untuk menyelamatkan harta benda.
Barang yang sempat diselamatkan yakni dokumen penting, perangkat elektronik, dan surat-surat berharga. Sementara barang terendam banjir seperti makaian, perabot rumah tangga, kasur.
“Kami cuma fokus selamatkan apa yang paling penting. Pakaian sama perabot rumah sudah terendam semua, sudah tak sempat lagi kami pikirkan,” keluh Uli.
Banjir yang kerap terjadi setiap tahun ini pun memicu kemarahan dan kritik tajam dari warga. Mereka menilai pemerintah kota belum bekerja maksimal dalam penanggulangan bencana.
Masalah normalisasi aliran sungai yang belum tuntas serta sistem drainase yang buruk di titik rawan banjir disebut-sebut sebagai penyebab utama bencana yang berulang ini.
Hingga berita ini diturunkan, langit di atas Kota Kendari masih tertutup mendung tebal. Di Kelurahan Kambu, debit air dilaporkan terus bertambah dan belum ada tanda-tanda akan surut.
Laporan: Krismawan









































