Indosultra Com, Konawe Utara – Musibah kebakaran menimpa sebuah rumah pembakar kelapa atau tungku pengasapan kopra milik seorang warga bernama Marni. Peristiwa yang terjadi di Desa Belalo, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut) pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 21:30 WITA , yang menghanguskan seluruh bangunan beserta peralatan yang digunakan untuk mengolah kelapa menjadi kopra.
Api yang diduga berasal dari area rumah pembakar kelapa tersebut dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan yang sebagian besar berbahan kayu. Dalam waktu singkat, kobaran api semakin sulit dikendalikan hingga akhirnya menghanguskan seluruh isi bangunan.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi kejadian, bangunan rumah pembakar kelapa tersebut tampak rata dengan tanah setelah dilalap api.
Sisa-sisa kayu yang hangus, serta puing-puing peralatan pengolahan kopra masih berserakan di sekitar lokasi. Warga sekitar terlihat berdatangan untuk menyaksikan kondisi pascakebakaran sekaligus memberikan dukungan moril kepada korban.
Menurut keterangan korban, ia mengukapkan saat api mulai terlihat, sejumlah masyarakat berdatangan untuk menyaksikan kebakaran. Namun karena kobaran api sudah sangat besar dan tidak tersedianya peralatan pemadam yang memadai, warga hanya dapat melihat api melahap bangunan tersebut.
“Tidak ada upaya pemadaman yang maksimal sehingga api terus membesar hingga seluruh bangunan rata dengan tanah. Asap hitam terlihat membumbung tinggi dan api semakin membesar dalam hitungan menit. Warga yang datang hanya bisa menyaksikan karena tidak memiliki peralatan untuk memadamkan api,” ungkapnya, usai di wawancara pada Jumat (3/7/2026)
Rumah pembakar kelapa tersebut merupakan tempat yang digunakan korban untuk mengolah hasil panen kelapa menjadi kopra, yang selama ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian keluarga. Akibat kebakaran tersebut, seluruh fasilitas produksi, peralatan kerja, serta sejumlah hasil olahan kelapa yang berada di dalam bangunan ikut hangus terbakar.
Korban, Marni, mengaku sangat terpukul atas musibah yang menimpanya. Selain kehilangan bangunan, ia juga kehilangan seluruh sarana produksi yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga. Kerugian akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Korban berharap pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab munculnya api sekaligus mengantisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Musibah tersebut menjadi perhatian masyarakat sekitar yang turut prihatin atas cobaan yang dialami korban. Mereka berharap ada kepedulian dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, organisasi sosial, maupun para dermawan untuk membantu meringankan beban korban.
Marni juga berharap Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, khususnya Bupati Konawe Utara, H. Ikbar dapat memberikan perhatian dan bantuan kepada dirinya agar dapat kembali membangun rumah pembakar kelapa yang menjadi sumber penghidupan keluarganya.
“Besar harapan kami semoga ada bantuan dari pemerintah. Tempat pembakaran kelapa ini adalah sumber penghasilan keluarga. Dengan musibah ini, kami kehilangan mata pencaharian dan harus memulai semuanya dari awal,” ujarnya








































