Indosultra.com,Konut – Beredarnya sebuah rekaman video yang menarasikan kekosongan pelayanan dan ketiadaan petugas di Puskesmas Landawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) , langsung dibantah keras oleh pihak manajemen.
Kepala Puskesmas Landawe, Hajah Nurdiana, menegaskan bahwa tudingan di dalam video tersebut sama sekali tidak benar.
Nurdiana menjelaskan, saat video tersebut diambil, aktivitas pelayanan di puskesmas sebenarnya tetap berjalan. Petugas medis, termasuk dokter dan bidan, berada di area puskesmas untuk melayani pasien lain.
”Semua tudingan di video itu tidak benar. Petugas kami ada, sebagian sedang berada di lantai dua. Dokter kami juga siaga di lantai dua,” ujar Hajah Nurdiana saat memberikan klarifikasi.
Menanggapi situasi yang terekam dalam video, Nurdiana membeberkan fakta lapangan terkait aktivitas pelayanan pada saat itu. Sebelum video diambil, seorang pasien gigi sudah membuat janji temu dengan petugas. Saat perekaman terjadi, dokter gigi yang bersangkutan sedang mengambil peralatan medis yang diperlukan untuk tindakan.
Seorang pasien pria yang juga terlihat dalam situasi tersebut sebenarnya sudah mendapatkan pelayanan di bagian pendaftaran. Perekam video diketahui merupakan pengantar pasien rawat jalan.
Nurdiana memastikan bahwa pasien yang diantar oleh perekam tersebut tetap dilayani dengan baik. Bahkan, pihak puskesmas langsung memenuhi permintaan dokumen rujukan yang bersangkutan pada hari yang sama.
”Kami tidak menerima jika dikatakan tidak ada petugas, karena saat itu bidan dan dokter gigi kami stand by di tempat tugas,” tegasnya.
Selain meluruskan kesalahpahaman terkait ketiadaan petugas, Hajah Nurdiana juga mengungkapkan fakta lain mengenai status kepesertaan jaminan kesehatan pasien yang bersangkutan.
Setelah dilakukan pengecekan data, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau faskes BPJS pasien tersebut ternyata bukan terdaftar di Puskesmas Landawe, melainkan di wilayah Poleang Utara.
Meski terjadi perbedaan wilayah faskes, pihak Puskesmas Landawe mengaku tetap mengedepankan sisi kemanusiaan dan memberikan toleransi pelayanan.
”Pasien ini sebenarnya FKTP-nya di Poleang Utara, bukan di Landawe. Namun, kami tetap memberikan kebijakan dan toleransi pelayanan satu sampai dua kali, sembari mengimbau mereka untuk segera mengurus perpindahan FKTP ke Puskesmas Landawe,” pungkas Nurdiana.
Laporan: Krismawan







































