Aktivitas Penimbunan Lahan di Puuwatu Disorot Warga, Kali Tertimbun Drainase Tak Terlihat, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Indosultra.com, Kendari – Aktivitas penimbunan lahan di Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, menuai sorotan warga. Mereka mengeluhkan adanya dugaan penutupan aliran kali serta saluran pembuangan air yang tertimbun material tanah tanpa disertai pembangunan drainase yang memadai.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memperburuk risiko banjir, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.

Sejumlah warga mengaku mulai resah karena aliran air yang sebelumnya mengalir melalui kali kini dinilai semakin menyempit akibat aktivitas penimbunan lahan. Mereka juga menyebut saluran drainase di lokasi tidak terlihat, sehingga air berpotensi meluap ke permukiman warga.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kondisi itu berbeda dibanding beberapa waktu lalu ketika aliran air masih berjalan normal.

“Aliran air dirumah kami sudah tertampung karena timbunan material yang tidak dibuatkan got drainase, “ungkap warga, Sabtu (18/7) 2026).

“Yang kami khawatirkan bukan pembangunan, tetapi jangan sampai saluran air ditutup tanpa ada drainase pengganti. Kalau hujan deras, air pasti mencari jalannya sendiri dan bisa masuk ke rumah warga,” ujarnya.

Keluhan tersebut muncul setelah sebelumnya warga Abelidalam juga mengeluhkan penyempitan kali yang diduga menjadi salah satu faktor penyebab banjir yang sempat merendam rumah-rumah warga dan merusak barang elektronik maupun perabot rumah tangga saat hujan deras.

Warga berharap setiap aktivitas pematangan atau penimbunan lahan tetap memperhatikan aspek lingkungan, khususnya sistem drainase dan aliran air alami agar tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, mereka meminta Pemerintah Kota Kendari melalui instansi terkait segera melakukan peninjauan lapangan guna memastikan aktivitas tersebut telah memenuhi ketentuan teknis serta tidak mengganggu fungsi saluran air.

Menurut warga, langkah evaluasi penting dilakukan agar potensi banjir dapat dicegah sejak dini dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang melakukan aktivitas penimbunan lahan maupun instansi pemerintah terkait mengenai keluhan tersebut.

Redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan akan memperbarui informasi apabila tanggapan resmi telah diterima.

Laporan: Ramadhan

Koran Indosultra