Indosultra.Com, Konawe Utara – Indomaret yang beroperasi di Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara (Konut) ditemukan menjual makanan kemasan jenis roti yang sudah kadaluarsa tidak layak konsumsi.
Hal itu diketahui saat tim terpadu dari Pemerintah Konut, TNI, Polri lakukan inspeksi mendadak (sidak) di pusat-pusat penjualan seperti pasar dan mini market.
Sidak di pimpin Wakil Bupati Konut, Abu Haera mewakili Bupati Konut, Ikbar. Serta didampingi Wakapolres Konut, Pasi Intel Kodim 1430 dan Danramil Lasolo, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Konut serta jajaran OPD lainnya.

Saat memasuki minimarket Indomaret wilayah Motui, tim terpadu langsung menyisir rak-rak jualan memeriksa seluruh jenis jualan.
Dari aksi itu, alhasil di temui adanya barang jualan yang terpajang di jual jenis roti sudah kadaluarsa, tidak layak konsumsi.
“Ada ditemukan roti sudah kadaluarsa. Iya, langsung di sita tim terpadu dari Indomaret wilayah Motui. Cuma roti saja,”ungkap Kepala Disperindag Konut, Muhamad Nur Sain yang turut hadir dalam sidak, Selasa 3 Maret 2026..
Tim terpadu menegaskan agar para para pedagang, pemilik minimarket lebih teliti lagi dalam menjual barang dagangannya, terlebih makanan yang bisa langsung di konsumsi. Sebab ketika sudah kadaluarsa jelas dapat membahayakan masyarakat yang menkonsumsi.

Pemerintah menegaskan agar mengedepankan kesehatan dan keselamatan masyarakat, bukan memburu keuntungan yang justru merugikan banyak pihak.
Untuk diketahui, Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Utara (Konut) kembali turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga sembilan bahan pokok (sembako) dan gas elpiji di pusat penjualan di pasar Wawoluri dan Indomaret.
Wabup Konut Abu Haera mengatakan, sidak dilakukan untuk memantau langsung stok dan harga sembilan bahan pokok. Serta menetralisir terjadi permainan harga barang yang kerap di lakukan oknum pedagang nakal.
Mantan Sekda Konut ini mengungkapkan, dari hasil penelusuran saat ini harga sembako termasuk gas LPG masih diangka normal sesuai standar penjualan di pasaran pada umumnya.
“Masih norma!. Saya cek telur harga Rp 55 ribu per satu rak. Gula pasir harga Rp 18 ribu perliter dan harga Rp 20 per kilo. Beras, bawang, cabai, ikan masih normal harganya. Terigu normal dan ini juga kami cek timbangannya dan semua normal,”ungkapnya di komfirmasi.

Pria yang juga memimpin Ketua DPC Partai PDIP Konut ini menyampaikan, tim sidak Pemda Konut juga menyasar pusat penjualan mini market seperti, Alfamidi dan Indomaret.
“Kami cek juga barang jualan yang ada di Alfamidi dan Indomaret, jangan sampai ada yang sudah kadaluarsa dan tidak layak konsumsi,”terangnya.
Ia menambahkan, tim sidak Pemda Konut memastikan akan terus memantau harga sembako, gas dan kebutuhan dapur lainnya di lapangan hingga memasuki lebaran Idhul Fitri.
Pemda Konut memberikan peringatan keras kepada para pedagang agar tidak sekali-kali memainkan harga barang memanfaatkan situasi untuk merauk keuntungan besar.
Serta tidak sekali-kali melakukan penimbunan barang seperti gas, dan barang lainnya untuk tujuan membuat harga barang langkah dan melonjak naik.
“Kita akan pantau terus. Pemerintah menekankan pedagang tidak mainkan harga. Di 20 ramadhan akan Kamis sidak kembali lagi.”tutupnya.***
Laporan: Redaksi






































