Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kabupaten Barru, PLN Salurkan 1650 Kg Bibit Bawang Merah

Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kabupaten Barru, PLN Salurkan 1650 Kg Bibit Bawang Merah
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, melalui kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dikenal dengan program PLN Peduli memberikan bantuan pengembangan usaha pertanian untuk kelompok tani di Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel). (Istimewa)

Indosultra.com, Kendari – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi, melalui kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dikenal dengan program PLN Peduli memberikan bantuan pengembangan usaha pertanian untuk kelompok tani di Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas petani di wilayah tersebut.

Bantuan pengembangan usaha tersebut berupa 1.650 Kg bibit bawang merah senilai Rp82.500.000 untuk Kelompok Tani Saromase yang diberikan secara simbolis oleh Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi (SRM PPK) PLN UIP Sulawesi, Nur Akhsin kepada Saharuddin sebagai Ketua Kelompok Tani Saromase dan disaksikan Kepala Desa Lampoko serta perwakilan anggota kelompok tani.

Kepala desa Lampoko, Budiman menyampakain bantuan bibit bawang merah ini merupakan lanjutan dari kegiatan TJSL PLN UIP Sulawesi di Desa Lampoko yang sebelumnya pada tahun 2021 telah memberikan bantuan dua unit alat bajak sawah modern Traktor Rotari kepada 2 kelompok tani, salah satunya adalah Kelompok Tani Saromase.

Kelompok tani yang dipimpin oleh Saharuddin ini telah berdiri sejak tahun 2016 dan memiliki anggota sebanyak 30 Petani. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh PLN, hal ini sangat bermanfaat bagi desa karena tanaman bawang merah dapat menggerakkan semua kalangan baik laki-laki maupun perempuan. Tidak seperti tanaman lainnya petani perempuan mengalami kesulitan dalam pengerjaannya”.ujar Budiman melalui keterangan tertulis, Kamis (21/4/2022).

“Menanam Seratus kilogram bibit bawang merah dapat menghasilkan satu sampai dua ton bawah merah jika kita kalikan Rp. 20.000,- per kilogram maka di perkirakan dapat menghasilkan 40-50 Juta” lanjut Budiman.

 

Ia juga bercerita bahwa sebelum pemberian bantuan traktor atau alat bantu kerja menggarap sawah pada tahun 2021 lalu, para petani hanya dapat menggarap tanah seluas 3 hektar dikarenakan menggunakan alat tradisional sedangkan hari ini sudah dapat menggarap 10 hektar tanah. “Saya berharap dengan lanjutan bantuan dari PLN ini dapat meningkatkan kesejahteraan warga desa, dan meningkatkan pendapatan warganya” sambung Budiman.

Ketua kelompok tani, Saharudin menambahkan bahwa nantinya pemanfaatan bibit yang diberikan oleh PLN akan diberikan kepada kurang lebih 30 petani di bawah naungan kelompok Tani Saromase dengan luas lahan yang digunakan mencapai 5 hektar tanah. “Berkat bantuan PLN sebelumnya kelompok tani ini hanya menanam jagung dan padi tapi sekarang bertambah dengan bawang merah. Awalnya kami tidak mengira bahwa tanaman ini dapat tumbuh di desa kami, setelah dicoba pada tahun lalu berhasil memanen tanaman bawang sebanyak 2 kali dalam satu tahun” pungkas Saharuddin melalui keterangan tertulis, Kamis (21/4/2022).

Sementara itu, SRM PPK PLN UIP Sulawesi, Nur Akhsin menjelaskan bahwa kegiatan TJSL, PLN UIP Sulawesi berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitar Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK) Pembangkit Tenaga Listrik Uap (PLTU) Sulsel Barru-2 dalam hal ini meningkatkan produktivitas petani dengan menambah komoditas pertanian yakni bawang merah kepada kelompok Tani Saromase. “Harapannya bantuan bibit bawang merah yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga bisa meningkatkan perekonomian petani bawang merah dan menggerakkan perekonomian di Desa Lampoko,” sambung Nur Akhsin,

Selain itu, ia menambahkan bahwa saat ini PLN sedang membangun PLTU Sulsel Barru-2 berkapasitas 1X100MW yang pada 10 April lalu telah sukses menjalankan sinkronisasi, memang masih ada beberapa tahap untuk PLTU dapat beroperasi secara komersial.

“Kami memohon doa untuk kelancaran pengujian PLTU agar dapat cepat beroperasi yang ditargetkan pada pertengahan tahun ini telah selesai dan kami berterima kasih atas bantuan bapak ibu selama proses pembangun ini berlangsung” tutup Nur Akhsin. (b)

Laporan : Ramadhan