TPKAD Kota Kendari Terbentuk, Tingkatkan Akses Permodalan UMKM

TPKAD Kota Kendari Terbentuk, Tingkatkan Akses Permodalan UMKM
Foto bersama Pemkot Kendari, Tim TPAKD dan OJK. (Indosultra.Com)

Indosultra.com, Kendari – Setelah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Kota Kendari menyusul sebagai kabupaten/kota kedua di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terbentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) guna mengurangi tingkat kemiskinan di masyarakat dan mendukung usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam akses permodalan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra Mohammad Fredly Nasution mengungkapkan, asal – usul dibentuknya TPAKD itu karena keprihatinan Presiden RI Joko Widodo terhadap tingkat kemiskinan yang cukup tinggi, dan ternyata salah satu penyebabnya kurangnya akses terhadap lembaga keuangan sehingga masyarakat sulit meningkatkan kesejahteraannya.

Menurutnya, Kota Kendari termasuk tercepat dalam penyusunan tim TPAKD dan programnya menjadi salah background bagi OJK untuk membentuk TPAKD Kota Kendari.

”Jadi tidak pakai bulan, hanya pakai hari saja, sangat luar biasa Kota Kendari dan mudah-mudahan mendapatkan uap dari tim TPAKD di Jakarta,” ungkap Kepala OJK Mohammad Fredly Nasution, Selasa (20/04/2021)

Selain itu, tambahnya, TPKAD dapat menjadi suatu peluang. Sebagaimana target TPAKD menjawab harapan yang bisa dikembangkan di Kota Kendari dan menjawab tantangan, baik dari pemerintah kota, OJK dan departeman keuangan untuk mengurangi tingkat kemiskinan.

Di tempat yang sama, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menjelaskan, berdasarkan data OJK terdapat 29 persen masyarakat yang melek literasi keuangan. Dengan terbentuknya TPAKD di Kota Kendari diharapkan dapat menambah jumlah akses ke lembaga keuangan.

“Karena nanti kita akan mendampingi masyarakat memberikan arahan sehingga mereka nanti dapat memperoleh permodalan, atau punya dana yang tidak termanfaatkan bisa diinvestasikan dalam bentuk yang legal, terlindungi dan bisa dipertangungjawabkan,” kata Sulkarnain Kadir

Selain itu, kata orang nomor satu di Kota Kendari itu, tantangan TPAKD bagaimana agar akses terkait keuangan dapat dilakukan oleh seluruh pihak dan dapat difasilitasi untuk mendapatkan akses sebagai pemodal atau yang membutuhkan pembiayaan.

“Kita punya 43.000 UMKM di Kota Kendari, per hari ini sudah terdaftar 13.000 by name, by address, dengan beragam bentuk usaha dan skalanya sudah kita data dan akan kita dorong terus supaya bias terdata secara keseluruhan,” ungkap Sulkarnain Kadir

Dalam kegiatan itu, dilakukan penandatanganan pengukuhan Tim TPAKD di Gedung Learning Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puuwatu, Kendari.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Sekretaria Daerah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Tim TPAKD.

Laporan: Rachmat Ramadhan