@indosultra.com 430 Rumah di Pulau Kabarna Nikmati Air Bersih, Yayasan Dharul Ashar Tegaskan Bukan Pungli Indosultra.com, Kendari – Yayasan Kesejahteraan Masjid di bawah asuhan Yayasan Dharul Ashar membantah tudingan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran air bersih ke sejumlah desa di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra). Bantahan tersebut disampaikan Pengelola Operasional Yayasan Dharul Ashar, Kaharudin, saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Kamis (07/05/2026). Kaharudin menegaskan, iuran yang diberlakukan kepada masyarakat pengguna layanan air bersih merupakan hasil kesepakatan bersama antara pengelola dan warga. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada keluhan dari masyarakat terkait program tersebut. Selengkapnya di indosultra.com #indosultracom ♬ suara asli – Indosultra.Com.
Indosultra.com, Kendari – Yayasan Kesejahteraan Masjid di bawah asuhan Yayasan Dharul Ashar membantah tudingan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran air bersih ke sejumlah desa di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Bantahan tersebut disampaikan Pengelola Operasional Yayasan Dharul Ashar, Kaharudin, saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat, Kamis (07/05/2026).
Kaharudin menegaskan, iuran yang diberlakukan kepada masyarakat pengguna layanan air bersih merupakan hasil kesepakatan bersama antara pengelola dan warga. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada keluhan dari masyarakat terkait program tersebut.
“Sampai hari ini tidak ada pengguna yang mengeluh. Bahkan masyarakat berlomba-lomba mau pasang,” kata Kaharudin.
Sebelumnya, Lembaga Garda Muda Anoa Sultra (GMA-Sultra) mendesak aparat penegak hukum untuk memeriksa Yayasan Dharul Ashar. GMA-Sultra menduga yayasan tersebut mengelola dan mengomersialkan sumber mata air di Kabaena tanpa izin badan hukum maupun izin Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta memungut iuran bulanan sebesar Rp45 ribu hingga Rp90 ribu dari warga.

Menanggapi tudingan itu, Kaharudin menegaskan pengelolaan air bersih telah dikoordinasikan dengan pemerintah setempat, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Tidak mungkin kami bergerak tanpa izin. Kegiatan ini juga diawasi oleh Dinas PU Bombana, apalagi kami menggunakan jalur jalan,” ujarnya.
Ia juga membantah tudingan pungli. Menurutnya, iuran baru diterapkan setelah adanya kesepakatan bersama dengan masyarakat, dan diberlakukan usai layanan air bersih digratiskan selama 13 bulan.
“Dana iuran itu dipakai untuk operasional dan pengurus teknis di lapangan,” jelasnya.
Kaharudin mengungkapkan, program penyaluran air bersih tersebut lahir dari kepedulian yayasan terhadap sulitnya akses air bersih di Pulau Kabaena. Instalasi perpipaan mulai dipasang sejak awal 2025 dan selama lebih dari satu tahun distribusi air dilakukan secara gratis kepada masyarakat.
“Selama 13 bulan itu gratis,” ungkapnya.
Hingga kini, layanan air bersih Yayasan Dharul Ashar telah menjangkau sekitar 430 rumah di tiga kecamatan di Pulau Kabaena. Sejumlah wilayah yang telah terlayani di antaranya Desa Baliara Selatan, Baliara Kota, Sikeli, Lahambuu, Teomokole, dan Langkema.
“Intinya sudah tiga kecamatan yang kami layani,” tambah Kaharudin.
Program tersebut mendapat respons positif dari warga. Salah seorang warga Kelurahan Sikeli, Abdulah, mengaku layanan air bersih itu sangat membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat.
“Dari dulu kami tidak pernah merasakan air bersih. Kalau bantuan perpipaan dari pemerintah biasanya hanya bertahan satu dua hari saja,” katanya.
Ia menilai iuran yang diterapkan tidak memberatkan, mengingat pemasangan instalasi sebelumnya dilakukan secara gratis.
“Bukan memberatkan. Kalau tidak ada iuran, siapa yang akan mengurus? Apalagi pemasangan pipanya gratis,” jelasnya.
Laporan: Krismawan









































