Viral! Penemuan Air Terjun Raksasa di Konawe, Tak Dibuka Umum Karena Masuk Kawasan Pertambangan

@indosultra.com Viral! Penemuan Air Terjun Raksasa di Konawe, Tak Dibuka Umum Karena Masuk Kawasan Pertambangan Indosultra.com, Konawe – Sebuah penemuan mengejutkan tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sebuah air terjun berukuran raksasa yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), viral setelah videonya beredar luas di berbagai platform digital. Dalam video yang dibagikan terlihat aliran air yang sangat deras jatuh dari ketinggian tebing, dikelilingi lanskap hijau yang masih asri. Keindahan alam yang masih alami ini langsung menarik perhatian publik, bahkan banyak yang menyebutnya sebagai “surga tersembunyi” di Konawe. Namun di balik keindahannya, muncul fakta yang membuat publik terkejut. Air terjun yang diketahui berada di wilayah Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe itu masuk dalam kawasan pertambangan aktif, sehingga tidak dibuka untuk umum. Akses menuju lokasi pun sangat terbatas dan hanya bisa dimasuki oleh pihak tertentu dengan izin khusus. Selengkapnya di indosultra.com #indosultra ♬ suara asli – Indosultra.Com.

Indosultra.com, Konawe – Sebuah penemuan mengejutkan tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sebuah air terjun berukuran raksasa yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), viral setelah videonya beredar luas di berbagai platform digital.

Dalam video yang dibagikan terlihat aliran air yang sangat deras jatuh dari ketinggian tebing, dikelilingi lanskap hijau yang masih asri. Keindahan alam yang masih alami ini langsung menarik perhatian publik, bahkan banyak yang menyebutnya sebagai “surga tersembunyi” di Konawe.

Namun di balik keindahannya, muncul fakta yang membuat publik terkejut. Air terjun yang diketahui berada di wilayah Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe itu masuk dalam kawasan pertambangan aktif, sehingga tidak dibuka untuk umum. Akses menuju lokasi pun sangat terbatas dan hanya bisa dimasuki oleh pihak tertentu dengan izin khusus.

Dari keterangan video yang diunggah tersebut, mengungkapkan air terjun langka itu berlokasi di dalam kawasan pertambangan nikel milik PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), tepatnya di Desa Lalomerui.

Karena letaknya yang berada di area operasional perusahaan, objek wisata alam ini kabarnya tidak dibuka untuk umum. Hal ini memicu reaksi beragam dari netizen yang menyayangkan potensi wisata luar biasa tersebut tidak bisa dinikmati oleh masyarakat luas.

“Penemuan baru air terjun terbesar di sulawesi-tenggara terletak di kawasan pertambangan nikel PT.scm desa.Lalomerui kec. Routa kab. Konawe sulawesi-tenggara.sayangnya tidak dibuka untuk umum dan masyarakat tidak bisa menikmati indahnya wisata alam ini sangat miris kelangsungan air terjun ini semoga tidak rusak oleh pertambangan ngan dan bisa menjadi perhatian pemerintah setempat,”tulis akun tiktok @exploresulawesi dalam deskripsi videonya, Sabtu (4/4/2026).

“Masyarakat berharap adanya langkah nyata dari pihak perusahaan maupun Pemerintah Kabupaten Konawe untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan di sekitar air terjun. Meskipun berada di wilayah industri, keberadaan aset alam yang langka ini diharapkan tetap terlindungi dari dampak aktivitas penambangan, “tambahnya.

Video tersebut berhasil menarik perhatian publik. ribuan like dan ratusan komentar dari warga net pun menjadi perbincangan. Mereka berharap ada keajaiban alam di Routa ini tidak hanya menjadi kenangan dalam bentuk digital, tetapi tetap berdiri kokoh sebagai warisan alam Sultra.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan tambang maupun pemerintah daerah terkait status dan perlindungan kawasan tersebut. Apakah akan dijaga sebagai kawasan konservasi terbatas atau justru terdampak aktivitas industri, masih menjadi tanda tanya.

Penemuan ini kembali membuka diskusi luas tentang pentingnya keseimbangan antara eksploitasi sumber daya alam dan pelestarian lingkungan. Banyak pihak berharap, keindahan air terjun tersebut tidak hanya viral sesaat, tetapi juga mendapat perhatian serius untuk dijaga keberlanjutannya.

Laporan: Ramadhan

Koran Indosultra