Bupati Konut Pimpin Rapat Aksi Penanganan Bencana Banjir, Status Siaga Bencana, Tim Dan Full Fasilitas Dikerahkan

Indosultra.Com, Konawe Utara – Bupati Konawe Utara (Konut), Ikbar, SH.,MH memimpin langsung rapat aksi penanganan bencana banjir di wilayah itu. Kegiatan tersebut berlangsung di rujab Bupati Konut, malam 10 Mei 2026. Rapat dihadiri Wakil Bupati, Abu Haera, S.Sos.,M.Si, Sekda Konut, Dr. Safruddin, para pimpinan instansi serta Forum Komunikasi pimpinan daerah diantaranya, Polres, TNI Kodim 1430, Basarnas dan stakeholder lainnya seperti Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB).

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Konawe Utara menetapkan status saat ini yaitu siaga bencana. Menindak lanjuti hal tersebut Bupati Konut, Ikbar mengerahkan tim dan fasilitas alat pendukung untuk memaksimalkan penanganan bencana di lapangan.

Sebagai pimpinan daerah, dirinya memimpin langsung aksi penanganan bencana untuk mengatasi hal-hal yang terjadi yang menghambat aktivitas masyarakat.

Selain itu, Bupati Konut nyatakan turut berperan langsung membantu masyarakat untuk memperoleh kebutuhan hidup, terutama sembilan bahan pokok (sembako).

Mantan ketua DPRD Konut ini juga mengungkapkan, dalam memaksimalkan penanganan, tim mendirikan pos-pos atau tenda pengamanan di wilayah rawan banjir, seperti wilayah Kecamatan Langgikima, Landawe dan lainnya.

Serta, menyiagakan tim medis kesehatan untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Lain dari itu juga mengarahkan tim Badan Penanggulangan Bencana (BPBD), bersama TNI Kodim, Polres, Basarnas untuk armada seperti perahu karet yang diperuntukkan membantu evakuasi masyarakat, dan barang-barang kebutuhan, seperti gas sembako dan lain sebagainya.

Lebih jauh, Ikbar yang juga pimpinan DPW Partai Bulan Bintang Sultra ini mengungkapkan, dari hasil pantauan beberapa titik seperti Desa Polora Indah air sudah mencapai 1 sampai 1,5 meter. Akses jalan lintas provinsi di wilayah ini macet total.

Selain itu, di wilayah Desa Tambakua saat ini air mencapai 1,5 sampai 2 meter. Akses masyarakat pun tidak ada lagi, olehnya ditempat itu tim mengerahkan fasilitas perahu karet untuk membantu masyarakat.

Sedangkan di wilayah Motui, Kecamatan Motui ini juga ada rumah 6 rumah yang terendam banjir yang berada di Desa Sama Subur dan wilayah Tondowatu.

Bupati Konut, Ikbar mengharapkan agar siaga penanganan bencana harus betul-betul dimaksimalkan. Karena kondisi ini sangat penting melihat banjir besar yang pernah melanda Konawe Utara pada tahun 2019, di mana banjir langganan di Konawe Utara ini biasa terjadi setiap 7 tahun sekali.

Olehnya, merujuk dari tahun sebelumnya saat ini, memasuki tahun 2026 yang merupakan titik puncak intensitas hujan yang tinggi dan dikhawatirkan akan terjadi seperti tahun 2019

Ia menambahkan bahwa status siaga bencana akan berlangsung selama 7 hari, dan pihak pemerintah serta tim siaga bencana akan melihat perkembangan situasi.

Jika intensitas hujan terus turun air semakin naik, dan pengamanan perlu untuk ditingkatkan maka pemerintah akan menaikkan status menjadi tanggap darurat.***

Laporan: Redaksi

Koran Indosultra