‎Merasa Diabaikan, Keluarga Pasien Asal Baubau Luapkan Emosi di RSUD Bahteramas Kendari

‎Indosultra.com, Kendari – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria meluapkan kekecewaannya terhadap pelayanan di RSUD Bahteramas Kendari viral di media sosial. Pria tersebut memprotes petugas rumah sakit karena keluarganya yang merupakan pasien rujukan disebut tak kunjung mendapatkan penanganan medis.

‎Insiden itu terjadi di salah satu ruang pelayanan RSUD Bahteramas. Dalam rekaman yang beredar, suasana terlihat memanas ketika pria tersebut mempertanyakan alasan dokter belum memberikan penanganan terhadap anggota keluarganya.

‎Dengan nada tinggi, ia bahkan menduga adanya perlakuan berbeda terhadap pasien yang menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.

‎”Tolong perjelas memang apa alasannya! Kami sudah dari tadi bolak-balik di sini. Apakah karena kami pasien BPJS makanya dokter tidak mau menangani?” teriak pria tersebut di hadapan petugas medis.

‎Pria yang diketahui berasal dari Kota Baubau itu mengaku datang ke Kendari dengan harapan keluarganya dapat memperoleh pelayanan dan perawatan yang lebih baik. Namun, menurutnya, harapan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang dialami di rumah sakit.

‎Ia menilai keluarganya tidak mendapatkan kepastian pelayanan sehingga memutuskan mencari langsung dokter maupun petugas yang bertanggung jawab di ruangan tersebut.

‎”Apa alasannya dokter tidak mau tangani? Kasih jelas dulu! Kasihan keluarga saya sudah telantar dan bolak-balik dari tadi di sini,” ujarnya dengan nada kecewa.

‎Potes tersebut sempat memicu adu argumen antara pihak keluarga pasien dan sejumlah petugas rumah sakit. Beberapa petugas terlihat berupaya memberikan penjelasan, namun perdebatan berlangsung cukup alot hingga menarik perhatian pengunjung rumah sakit lainnya.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti penyakit yang diderita pasien maupun kondisi terkini yang bersangkutan.

‎Sementara itu, pihak manajemen RSUD Bahteramas belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut, termasuk mengenai tudingan adanya diskriminasi pelayanan terhadap pasien pengguna BPJS Kesehatan.

‎Peristiwa ini pun memicu beragam tanggapan dari warganet setelah videonya beredar luas di media sosial.


‎Laporan: Krismawan

Koran Indosultra