Bersama TNI Polri, Bupati Konut Serahkan Batuan Bencana Kepada Korban Berupa Sembako, Alat Rumah Tangga Dan Bahan Bangunan Rumah

Indosultra.Com, Konawe Utara – Bencana angin puting beliung melanda Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada pada Minggu malam 10 Januari 2026 sekira pukul 20.00 wita.

Bencana alam ini merusak ratusan rumah yang berada di 3 kecamatan antara lain, Kecamatan Lasolo, Lembo, Dan Sawa.

Rumah-rumah warga hancur, bahkan hingga rata tanah. Ratusan kepala keluarga terpaksa harus mengungsi sembari menunggu rumah mereka di perbaiki, dan di bangun kembali.

Kondisi ini membuat pemerintah daerah (Pemda) Konut bergerak cepat. Di pimpin langsung Bupati Konut, Ikbar, SH.,MH bersama Sekda Konut, Dr. Safruddin, pihak Kepolisian Polres Konut, TNI Kodim 1430, dan jajarannya turun langsung meninjau lokasi bencana dan menemui para korban.

Dari pantauan awak media, dalam sehari Bupati Konut Ikbar langsung mendatangi Kecamatan Lasolo, Lembo,Sawa yang di kanda angin puting beliung.

Di lokasi itu itu Bupati Konut, langsung menyalurkan bantuan sembako dan alat rumah tangga kepada para korban bencana sebagai penanganan dini.

“Kami hadir di tengah masyarakat, saudara-saudara kita yang ditimpa musibah. Kami melihat langsung kondisi keamanan dan kenyamanan masyarakat. Kami juga beri bantuan sembilan bahan pokok, dan kebutuhan rumah tangga sebagai penanganan dini,”kata Bupati Konut Ikbar di lokasi bencana Desa Muara Tinobu, Kecamatan Lasolo, Senin 12 Januari 2026.

Mantan Ketua DPRD Konut ini mengungkap, dari laporan korban bencana yang di peroleh terdapat 3 Kecamatan, 10 desa dan 3 kelurahan yang dilanda angin puting beliung, dengan total 155 rumah yang rusak berat dan rusak ringan.

Selanjutnya, Ikbar bersama Sekda Konut di dampingi dari Kepolisian Polres Konut, TNI Kodim 1430 Konut dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung kelapangan berjalan kaki meninjau rumah-rumah korban.

“Kami juga mendatangi langsung rumah-rumah para korban. Kami dari pemerintah sudah siapkan bantuan bahan rumah untuk kita berikan kepada para korban. Kita lihat kondisinya, kalau rusak berat kita bangun baru. Kalau di rusak ringan kita lihat apa yang di butuhkan. Contoh semen, kayu dan lainnya,”ujarnya.

Dari hasil pendataan, bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun demikian, kebanyakan para korban harus mengungsi ke sanak keluarga di karena rumah mereka sudah tidak layak huni.

“Alhamdulillah, korban tidak ada. Saya perintahkan Dinas Perumahan untuk mendata. Kemudian Dinas Sosial dan Ketahanan Pangan untuk siapkan bantuan sembako. Dan BPBD saya perintahkan naikkan status siaga jadi darurat bencana, ini karena kita tidak tau bencana kapan datangnya,”jelasnya.

Pria yang juga menjabat Ketua DPW Partai Bulan Bintang Sultra ini, menghimbau masyarakatnya agar terus meningkatkan kewaspadaan. Mengutamakan keselamatan jiwa.

“Sejak 28 Desember kami sudah keluarkan siaga bencana. Karena bencana bukan hanya angin puting beliung. Ada juga longsor, banjir. Jadi kami himbau masyarakat agar lebih berhati-hati, waspada. Yang utama keselamatan. Soal barang serahkan kepada kami untuk kita bantu dan serahkan secara langsung,”tutupnya.***

Laporan: Redaksi

Koran Indosultra