Fakta Warga Konut Diterkam Buaya, Rekannya Dengar Teriakan Minta Tolong dan Melihat Buaya

Ilustrasi

Indosultra.Com,Konawe Utara-Pihak Badan Peanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara (Konut), Basarnas, Kepolisian, TNI dan warga hingga saat ini masih terus melakukan pencarian terhadap Gelardin warga Padalere Induk yang diduga Kuat hilang akibat diterkam buaya.

Fakta Gelardin diterkam buaya saat mencari ikan di wilayah Kali Lapada anak Sungai Padalere, Kecamatan Wiwirano, rekannya sempat mendengar suara teriakan keras minta tolong di titik korban mencari ikan.

Namun, saat rekan Gelardin yang juga tengah mencari ikan menuju ketempat sumber suara, korban sudah tidak terlihat lagi. Tinggal fasiltas alat penangkap ikan dan perahu yang digunakan.

Ditempat itu, dekat dari sumber suara minta tolong terlihat sekor buaya berukuran besar.

“Sementara cari ikan pake panah, terus temannya sempat mendengar suara teriakan tolong-tolong, lalu teman mereka pergi tapi sudah tidak di lihat korbannya, cuman mereka liat sekor buaya saja,”ungkap Masroni kepada awak media melalui pesan whats App, Minggu (28/3/2021).

Diberitakan sebelumnya, salah Seorang warga Konut dikabarkan hilang saat tengah mencari ikan diwilayah perairan Kali Lapada, Padalere, Kecamatan Wiwirano Konut.

Warga Konut yang dilketahui bernama Gelardin itu diduga kuat diterkam buaya saat tengah mencari ikan di kali yang berhubungan langsung dengan sungai besar padalere itu. Pasalnya, selain sudah berjam-jam tidak muncul, peralatan dan perahu yang digunakannya masih ada.

“Sejak jam 2 siang tadi pergi cari ikan, tapi sampai sekarang tidak kembali-kembali,”kata Masroni saat meneruskan pesan yang diperoleh dari Kepala Desa Padalere terkait hilangnya Gelardin.

Saat ini tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut dan Basarnas bersama masyarakat tengah melakukan pencarian menulusuri aliran sungai sampai kali wilayah padalere.

Di Konut, kasus warga diterkam buaya sudah beberapa kali terjadi saat warga tengah melakukan aktifitas dikawasan perairan sungai dan kali, korbanya rata-rata meninggal dunia.**(IS).

Laporan: Jefri Ipnu