Harga Kedelai Terus Naik, Pengusaha Tempe di Kendari Pasrah

Harga Kedelai Terus Naik, Pengusaha Tempe di Kendari Pasrah
Ilustrasi

Indosultra.com, Kendari – Pengusaha tempe di Kota Kendari mulai resah dengan semakin melonjaknya harga tempe kedelai di pasaran. Sekarang harga kedelai mencapai Rp14.000 per kilogram

Salah satu pengrajin tempe asli H.B di Kota Kendari, Lia Hasanah mengaku, terpaksa terus mengurangi ukuran tempenya dan tetap mempertahankan harga tempenya di pasaran. Dia mengaku, merasa heran dengan keadaan harga kedelai yang terus naik di Kendari saat ini hingga Rp14.700/kilo gram.

“Saya kecilkan terus ukurannya menyesuaikan modal kedele. Naik harga butuh waktu,”kata Lia saat dihubungi, Senin (21/11/2022) siang.

Lebih lanjut ia menerangkan, harga kedelai saat ini tak pernah menunjukkan penurunan. Sebaliknya harga kedelai terus naik hingga kini. “Bertahap, R 13.500 sampai 13.900 rupiah, 2 minggu yang lalu sampai hari ini Rp 14.700/kg,” ujarnya.

Lia juga menyesalkan pemerintah seperti lepas tangan akan hal ini. Padahal di daerah lain para pengusaha tempe diberikan subsidi harga kedelai sebesar Rp11 ribu per kilo gram.

“Palu, Gorontalo, Bone ada kedele subsidi. Saya cek kawan di sana, harga 11 ribu subsidi, Ke endari tidak ada,”ungkapnya.

Lia menambahkan, untungnya dampak dari kenaikan tersebut permintaan pasar pada produk tempe masih besar terutama ketika harga ikan naik. Sehingga tidak menyurutkan produksi tempe yang dilakukannya. Ia masih tetap mempertahankan jumlah produksi dalam sehari sebanyak 3.500 batang per hari, untuk memenuhi kebutuhan para konsumen di Kendari.

“Kalau situasi ikan mahal, cuaca di laut buruk, tempe laris sekali permintaan meningkat, jadi tidak berpengaruh karena kita juga tidak ambil pusing. Kita menyesuaikan juga mengejar keseimbangan kedele naik, berat tempe langsung diturunkan mengejar keseimbangan,dan para penikmat tempe pun tidak ada yang mengeluh,saling mengerti bahasa kalbu,”ujar Lia (b)

Laporan: Ramadhan

Koran Indosultra Koran Indosultra