Hari Sumpah Pemuda, Kapolres Konut Ajak Meneladani Pejuang Hindari Perpecahan

Ketgam: Kapolres Konut AKBP Achmad Fathul Ullum saat menerima piagam penghargaan dari Pemerintah Daerah Konut atas peran serta jasa melindungi daerah dari berbagai ancaman dan tindakan kriminal. (Indosultra.Com)

Indosultra.Com, Konawe Utara-Hari sumpah pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 oktober, memiliki makna mendalam akan pentingnya persatuan dan kesatuan mempertahan kemerdekaan bangsa dan negara.

Hal tersebut, menjadi referensi Kapolres Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), AKBP Achmad Fathul Ullum dalam menjaga kedaualatan daerah Bumi Oheo itu.

Perwira berpangkat dua bunga melati ini, mengajak seluruh masyarakat wilayah itu memetik makna Hari Sumpah Pemuda untuk meneladani sikap patriotisme para pejuang dalam menjaga kerukunan, serta kemerdekaan tanpa adanya perpecahan.

“Saya berharap seluruh masyarakat, khususnya para pemuda di Konawe Utara ini untuk kita meneladani para pemuda terdahulu yang telah bersatu memperjuangkan negara kita, yang telah bersusah payah memperjuangkan bangsa Indonesia,”kata AKBP Achmad Fathul Ullum, Jumat (28/10/2021).

Disampaikan, barisan pemuda merupakan bagian garda terdepan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan khususnya yang ada diwilayah Konut. Olehnya, soliditas menjadi hal utama dalam melanjutkan perjuangan para pemuda terdahulu, membangun daerah dan masyarakat yang lebih baik, maju, sejahtera.

“Mari kita sama-sama introspeksi diri, atas persoalan-persoalan yang terjadi. Satukan prinsip untuk kemajuan daerah secara merata. Mari kita mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, karena pejuang terdahulu sudah bersusah payah perjuangkan negara ini. Ini yang menjadi catatan penting bagi kita semua,”ujarnya.

Dirinya mengharapkan, agar sikap kebersamaan dan persaudaraan dapat ditanamkan dalam diri dan jiwa setiap pemuda khususnya yang berada di Konut, untuk terus bersama melanjutkan perjuangan dengan cara bersatu membangun daerah yang lebih baik. Serta, sebagai regenerasi yang memiliki nilai manfaat bagi bangsa dan negara.**(IS)

Laporan: Jefri Ipnu