Indosultra.Com, Konawe Utara – Ketua Komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Utara (Konut), Samir, S.Ip.,M.Si resmi menjadi Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Konut.
Anggota DPRD 4 periode ini resmi menahkodai PSSI Konut berdasarkan surat rekomendasi Ketua PSSI Konawe Utara yang yang diserahkan oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Konut, Abu Haera, S.Sos.,M.Si, disaksikan Sekretaris Umum KONI Konut, Wakil Ketua KONI, jajaran pengurus KONI, dan para koordinator cabang olahraga (cabor), Se-Kabupaten Konut saat diselenggarakan rapat kerja KONI Konut yang berlangsung di Hotel Oheo, Kamis 21 Mei 2026.
Rekomendasi kepengurusan PSSI Konut yang diterima Samir akan di tindak lanjut ke PSSI Provinsi untuk memperoleh surat keputusan tetap sebagai ketua PSSI dan menyusun struktur keanggotaan.
Di acara itu, Ketua PSSI Konut, Samir menyampaikan rasa terima kasih dan hormatnya kepada pemerintah daerah, jajaran KONI Konut dan seluruh insan pesepak bola, khususnya di Kabupaten Konut atas amanah yang diberikan.
Politisi Partai Hanura ini menyampaikan, bahwa amanah sebagai Ketua PSSI yang ia terima bukan sebagai jabatan, tapi sebagai tanggung jawab besar untuk mengharumkan nama daerah Konawe Utara di dunia olahraga dan di setiap lapangan pertandingan.
“Sepak bola bukan sekadar 90 menit di lapangan. Ini tentang kebanggaan, kerja keras, dan identitas kita sebagai satu daerah. Saya melihat potensi besar di sini. Anak-anak kita punya kecepatan, punya teknik, dan yang paling penting punya semangat juang yang tidak mudah padam,”ucapnya usai menerima SK kepengurusan PSSI.
“Olehnya itu, saya mengajak kita semua, untuk bersatu bergandengan tangan mewujudkan harapan PSSI Konawe Utara lebih berprestasi, maju, berkibar dan berdaya saing,”tambahnya.
Ia menegaskan, fokus kerja yang akan dilaksanakan yakni;
1. Pembinaan dari akar rumput, perkuat kompetisi usia dini dan sekolah sepak bola.
2. Tata kelola yang profesional mulai keuangan, jadwal, dan manajemen tim yang harus di jalankan terbuka dan akuntabel. Prestasi tidak bisa dibangun di atas manajemen yang asal-asalan.
3. Dukungan penuh untuk tim senior, target yang jela, bertanding untuk menang dan membawa nama daerah ini dikenal lebih luas, dengan cara yang sportif dan bermartabat.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya butuh dukungan pelatih yang konsisten, pemain yang disiplin, dan doa masyarakat,”ujarnya.
Ia menambahkan, akan membentuk mentalitas atlet menjadi seorang petarung lapangan hijau berprestasi.
“Kita bukan tim yang hanya numpang lewat di turnamen. Kita datang untuk bersaing, untuk menang, dan untuk membuat seluruh daerah ini bangga,”terangnya.
“Saya siap mengawal, saya siap berjuang bersama kalian pesepak bola Konawe Utara. Mari kita buktikan bahwa dari daerah ini bisa lahir prestasi yang mengharumkan nama kita di tingkat provinsi, nasional, bahkan lebih jauh,”tutupnya.***
Laporan: Redaksi








































