Kolaborasi TNI, Polri, Bupati Konut Turunkan Aparat Gabungan Efakuasi Korban Longsor

Ketgam:Bupati Konut bersama Kapolres Konut, Pabung Kodim 1417/Kendari, Kepala Kabinda tingkat ll provinsi saat turun mengevakuasi korban tanah longsor di Desa Tapunggaya.(Indosultra.Com).

Indosultra.Com, Konawe Utara-Bupati Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Ruksamin bergerak cepat membantu para korban tanah longsor di Desa Tapunggaya, Kecamatan Molawe, yang diduga disebabkan jebolnya tanggul milik perusahaan tambang PT Cinta Jaya yang beroprasi disekitar desa itu.

Kolaborasi bersama TNI, Polri, Ruksamin menurunkan ratusan aparat gabungan dari Kepolisian Polres Konut, TNI, Kesehatan Satpol PP, Dinas Perumahan, Dinas Sosial membantu mengevakuasi warga yang terdampak musibah itu.

“Kita siagakan sampai kondisinya benar-benar baik,”kata Ruksamin dikomfirmasi, Selasa (13/7/2021).

Pria bergelar doktor ini menuturkan, masing-masing tim memiliki peran. Untuk TNI, Polri dan Satpol PP membantu mengamankan barang-barang warga yang terdampak. Sedekangan dari Dinas Kesehatan, melakukan pelayanan medis dan pengobatan terhadap warga di tempat itu.

Selanjutnya, dari dinas perumahan dan sosial melakukan dokumentasi dan pendataan untuk kemudian disalurkan bantuan kepada para korban.

“Kita tetap mengedepankan protokol kesehatan covid-19. Agar proses evakuasi berjalan baik dan aman,”ujarnya.

Usai melakukan peninjauan dan evakuasi. Ketua DPW Partai PBB Sultra ini, menyalurkan dana tunai kepada korban terdampak sebagai bentuk kepedulian, dan awal pergerakan membantu memulihkan situasi pasca bencana longsor.

Warga setempat memberikan apresias atas sigap pemerintah daerah yang merespon cepat kejadian itu. Bagi mereka, kedatangan tim gabungan dipimpin Bupati Konut, Ruksamin menjadi penyemangat atas musibah yang dialami.

“Kami berterimakasih kepada pak bupati dan tim yang sudah datang langsung membantu kami dan menyiagakan aparatnya membantu kami para korban,”ungkap Saud dengan nada haru, salah satu korban yang kediamannya hancur ditimpah tanah longsor.

Warga setempat berharap agar pemerintah terus membantu mengawal proses evakuasi dan mencarikan solusi agar kejadian yang sama tidak terulang kembali. Serta, meminta pihak perusahan tambang yang beraktivitas diwilayah itu turut membantu.*(IS)

Laporan: Redaksi