Pemprov Sultra dan BI Bersinergi Dukung Ekonomi Ramah Lingkungan

Pemprov Sultra dan BI Bersinergi Dukung Ekonomi Ramah Lingkungan
Gubernur Sultra, Ali Mazi di acara Webinar Nasional Sultra Economic Festival (Sultra Ecofest) 2022 di Kendari (Istimewa)

Indosultra.com, Kendari – Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi dan Bank Indonesia bersinergi mendukung Ekonomi Ramah Lingkungan di wilayah ini. Gubernur Sultra Ali Mazi hadir sebagai Keynote Speech pada Webinar Nasional Sulawesi Tenggara (Sultra) Economic Festival (Sultra Ecofest) 2022 di Kendari pada Kamis (24/8/2022).

Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan sesuai Rencana Umum Penanman Modal (RUPM) Provinsi Sultra ditetapkan bahwa arah kebijakan pengembangan penanaman modal harus menuju program pengembangan ekonomi hijau, dengan target pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan isu dan tujuan-tujuan pembangunan lingkungan hidup, yang meliputi perubahan Iklim, pengendalian kerusakan keaneka ragaman hayati, dan pencemaran lingkungan, serta Penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

“Saya menilai kegiatan ini dapat menjadi sarana diskusi untuk menambah wawasan dan pemahaman bersama untuk merencanakan pembangunan ekonomi Sultra secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya pembangunan berbasiskan ekonomi hijau untuk masa depan kita dan anak cucu kita,” kata Ali Mazi (25/8/2022).

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sultra, Doni Septadijaya, menjelaskan Internalisasi Ekonomi Hijau dalam Pembangunan Berkelanjutan di Sultra diangkat karena seperti yang diketahui bersama saat ini banyak negara berlomba-lomba menuju net zero carbon, yakni upaya mendekarbonisasi perekonomian dengan tujuan melimitasi peningkatan suhu bumi. Dan pembangunan rendah karbon, sebagai transisi ekonomi hijau dan pembangunan yang berkelanjutan, serta menjadi tulang punggung menuju ekonomi hijau untuk mencapai visi Indonesia maju di tahun 2045 dan mencapai nol emisi pada tahun 2060.

“Transformasi ekonomi Indonesia menjadi ekonomi hijau merupakan salah satu strategi agar Indonesia dapat keluar dari middle income trap,”jelas Doni.

Melalui kegiatan itu, Doni Septadijaya, berharap dapat bersinergi dengan pemangku kebijakan di Sultra dan masyarakat untuk mensukseskan ekonomi hijau sebagai upaya mewujudkan ekonomi Indonesia termasuk Sultra yang stabil dan berkelanjutan, serta melahirkan generasi emas nusantara. “Karena peran kita semua sangat penting untuk mewujudkan hal tersebut, diharapkan melalui kegiatan Sultra Ecofest kita saling bertukar pikiran dalam menghadapi tantangan iklim kedepan,” tutup Doni.

Diketahui kegiatan tersebut juga dihadiri
secara virtual beberapa narasumber yaitu Direktur Perencanaan Makro Ekonomi Bappenas Eka Candra Buana, Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makropudensial BI, Kurniawan Agung, dan Kepala BI Sulawesu Selatan selaku koordinator Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, Causa Iman Karana. (b)

Laporan : Ramadhan