Perbaikan Rumah Sekolah di Konut Yang Terdampak Banjir, Tahun 2022 Digunakan

Perbaikan Rumah Sekolah di Konut Yang Terdampak Banjir, Tahun 2022 Digunakan
Lapeha

Indosultra.com, Konawe Utara – Perbaikan infrastruktur bangunan sekolah yang terkena dampak banjir bandang pada 2019 lalu di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), masuki tahap finishing.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Konut, Lapeha mengatakan, terdapat 9 unit pendirian pembangunan gedung sekolah yang telah direalisasikan pasca mengalami kerusakan akibat banjir.

“Sekolah yang masuk data perbaikan memperoleh bantuan bangun baru dan tehap berat, dan langsung ditangani oleh pihak Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sultra,”kata Lapeha ditemui usai melakukan giat bakti penanaman mangrove di Basule, Senin (20/12/2021).

Diungkapkan Lapeha, 9 sekolah yang masuk perbaikan antara lain, SD 9 Asera, SD 3 Oheo, SD 4 Oheo, SD 5 Oheo, SD 2 Wiwirano, SD 2 Wiwirano, SMP 1 Asera, dan SMP 1 Satap Andowia.

Perbaikan Rumah Sekolah di Konut Yang Terdampak Banjir, Tahun 2022 Digunakan

“Beberapa hari lalu kami dari Dinas Pendidikan bersama tim dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sultra turun meninjau progres kegiatannya. Dan alhmadulillah sudah tahap finishing. 2022 sudah siap digunakan,”ujarnya.

Sejak terkena dampak banjir, guru dan siswa melangsungkan proses belajar mengajar di beberapa tempat seperti, di Hunian sementara (Huntara) dan balai desa.

“Siswa dan guru sudah bisa manfaatkan gedung sekolah baru. Untuk anggaran pembangunannya ini bersember dari APBN Pusat. Tentu ini merupakan hal yang baik, untuk mendorong kemajuan pendidikan di Konawe Utara yang lebih berdaya saing,”ucapnya.

Diamenambahkan, Peran kerja Pemda Konut dibawah kepemimpinan Bupati Konut, Ruksamin membangun jaringan ke Pemerintah Pusat memberikan dampak positif baik bagi dunia pendidikan diwilayah itu.

Apresiasi besar diberikan oleh Pemerintah Pusat atas kepedulian yang tinggi menuntaskan persoalan daerah akibat bencana alam yang terjadi seperti bangunan sekolah, jembatan besi penghubung di Asera dan pembangunan tanggul penahan banjir sepanjang 14 kilo meter yang rata-rata direalisasinya melalui komunikasi ke tingkat pusat.**(IS)

Laporan: Jefri