Polemik PT Antam Kian Memanas, Ratusan Gabungan Masyarakat Konut Kembali Gelar Aksi Unjuk rasa

Polemik PT Antam Kian Memanas, Ratusan Gabungan Masyarakat Konut Kembali Gelar Aksi Unjuk rasa

Indosultra.Com, Konawe Utara-Polemik yang terjadi pada perusahaan tambang nikel PT Aneka Tambang (Antam) di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), kian memanas.

Ratusan masyarakat Konawe Utara (Konut) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Lingkar Tambang (FMLT) Konut turun menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.

Gabungan masyarakat dari berbagai organisasi kemudaan, mahasiswa dan organisasi masyarakat, dan masyarakat umum turun menyuarakan penutupan aktivitas PT Antam di Konawe Utara.

Masyarakat juga dengan tegas meminta pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM untuk mengembalikan lahan masyarakat seluas 16 ribu hektar lebih kepada masyarakat.

Tuntutan masyarakat mengenai status lahan berada di kawasan Blok Mandiodo, Kecamatan Molawe, yang diketahui di kelolah oleh PT Antam melakukan penambangan biji nikel.

Jenderal lapangan, Sulaiman Alpamba menegaskan, aksi unjuk rasa dilakukan merupakan murni dari hati nurani masyarakat yang menuntut keadalian atas status lahan yang di caplok atau diduga di serobot oleh PT Antam.

Polemik PT Antam Kian Memanas, Ratusan Gabungan Masyarakat Konut Kembali Gelar Aksi Unjuk rasa

“Hak atas tana masyarakat yang di kelolah oleh PT Antam harus dikembalikan,”tegas Sulaiman Alpamba dalam orasinya, Rabu (7/6/2023).

Massa aksi juga menuntut kepada Pemerintah Pusat agar segera bertindak menuntaskan status lahan masyarakat yang di kelolah oleh PT Antam tanpa legalitas yang jelas.

“Kami minta Pemerintah Pusat melalui Kementerian agar mencopot jabatan Direktur Utama PT Antam, dan lahan seluas 16 ribu hektar kembalikan ke masyarakat,”tegasnya dengan nada tinggi.

Massa aksi juga menyuarakan agar PT Antam tidak boleh lagi ada di Konawe Utara. Sebab, dinilai hanya membawa petaka dan masalah, tidak ada solusi kesejahteraan untuk masyarakat dan pemberdayaan.

Hingga berita ini dinaikkan gelombang massa terus bertambah dari berbagai element. Aksi dilakukan di beberapa titik yakni jalan poros umum Molawe, Kantor PT Antam di Molawe, dan lokasi penambangan nikel PT Antam di Blok Mandiodo.

Terlibat juga ratusan personil aparat keamanan turun melakukan pengamanan dilengkapi fasilitas pengamanan guna mengantisipasi terjadinya bentrok.**(IS)

Laporan: Jefri

Koran indosultraKoran indosultra
error: Hak cipta dilindungi undang-undang !!