Video Viral Kericuhan Pertandingan Futsal di Konawe, Penonton Jatuh ke Parit

Video Viral Kericuhan Pertandingan Futsal di Konawe, Penonton Jatuh ke Parit

Indosultra.com, Unaaha – Video pertandingan futsal di kecamatan Kapoiala, kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara berlangsung ricuh viral di media sosial (Medsos). Video berdurasi 10 detik itu memperlihatkan suasana pemain futsal dan penonton yang terlibat bentrokan. Bahkan terdengar suara benturan benda tumpul yang digunakan oleh pemain futsal dalam bentrokan itu.

Informasi yang dihimpun awak media indosultra.com, peristiwa bentrokan ini terjadi pada Selasa, (23/8/2022) kemarin di lapangan Desa Sambarasi, Kecamatan Kapoiala, kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara sekira pukul 13:30 wita.Kejadian ini bermula saat korban yang berinisial AD (35) datang ke lapangan, untuk mengikuti kegiatan pekan olahraga (Porseni) tingkat Kecamatan Kapoiala sebagai peserta lomba tarik tambang.

Sebelum mengikuti lomba tersebut, AD menonton lomba futsal yang juga sementara berlangsung. Di tengah pertandingan futsal sekira pukul 16.00 Wita terjadi perdebatan antara wasit dan salah satu pemain futsal. “Saya melihat banyak penonton yang masuk ke lapangan, dan saya berusaha untuk menahan penonton untuk tidak masuk di lapangan,” tutur AD kepada indosultra.com, Rabu (24/8/2022).

Namun, salah satu pelaku yang telah diketahui identitasnya meneriaki korban dengan kalimat ‘Apa Kau?’ korban pun membalas dengan kata ‘Apa’. Tiba-tiba, pelaku ke arah korban dan langsung memukul wajahnya.

Kemudian beberapa orang ikut memukul AD pada bagian kepalanya. Bahkan dalam video yang sempat direkam warga di lokasi menunjukan korban AD terdesak jatuh ke parit. Tampak sejumlah pria yang diduga pelaku menggunakan kayu panjang untuk memukul korban.

Akibatnya, AD mengalami luka gores pada jidat, bengkak pada kepala bagian sebelah kiri dan kanan, rasa sakit pada bahu kiri, luka gores pada lutut dan kaki kiri serta luka pada jari kaki kanan. Atas kejadian itu, AD mengadukan penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Bondoala.

AD mengaku tidak tahu apa penyebab dirinya menjadi korban penganiayaan tersebut. “Saya tidak tahu apa alasannya,” kata AD melalui sambungan telepon.

Hingga berita ini terbit, Kapolsek Bondoala, Iptu Kadek Sujayana yang dikonfirmasi belum memberikan komentar. (b)

Laporan : Febri