Indosultra.com, Kendari – Lembaga TRYSAKTY menghadirkan inovasi baru dalam pemberdayaan sosial melalui program PAPA (Pemberdayaan Anak-Anak Panti Asuhan). Program ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya anak yatim piatu di Sulawesi Tenggara.
Direktur TRYSAKTY, Roy Ronaldy, S.Pd., Gr, mengungkapkan bahwa program PAPA tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif seperti makanan dan pakaian, tetapi lebih menitikberatkan pada pembinaan jangka panjang.
“Melalui program ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan kepada anak-anak panti, khususnya di bidang teknologi informasi (IT) dan bahasa asing, agar mereka memiliki kemampuan yang bisa digunakan di dunia kerja di masa depan,” ujarnya, Rabu (18/03/2026).
Ia menjelaskan, TRYSAKTY akan menghadirkan bimbingan serta pelatihan secara berkelanjutan guna memastikan anak-anak panti asuhan mendapatkan ilmu yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Roy yang juga berprofesi sebagai guru di SMP Negeri 2 Molawe, Konawe Utara, menegaskan bahwa pendidikan dan keterampilan adalah kunci utama dalam membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda, khususnya anak-anak yatim piatu.
“Program ini hadir sebagai bentuk pendampingan, bukan sekadar bantuan sesaat. Kami ingin mereka tumbuh dengan skill yang bisa dibawa dan dimanfaatkan untuk meraih masa depan yang lebih mandiri,” tambahnya.
Menariknya, program PAPA disebut sebagai yang pertama di Sulawesi Tenggara dengan konsep pemberdayaan berbasis keterampilan modern bagi anak panti asuhan.
Dengan hadirnya program ini, TRYSAKTY berharap dapat menjadi pionir dalam gerakan sosial yang tidak hanya memberi, tetapi juga memberdayakan dan menciptakan perubahan nyata bagi generasi penerus.









































