Indosultra.Com, Konawe Utara – Hujan deras yang terus mengguyur beberapa hari terakhir ini membuat beberapa wilayah di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terendam banjir.
Intensitas hujan tinggi memberikan dampak kerugian kepada para petani sawah. Pasalnya, tanaman padi yang siap di panen gagal dan rusak akibat terendam banjir.
Dari data sementara yang dihimpun awak media di group siaga bencana Konawe Utara tercatat, 1 hektar sawah masyarakat di Desa Waworate yang siap panen terendam banjir.

Kemudian di wilayah Kecamatan Andowia padi sawah petani juga gagal panen akibat terendam banjir masing-masing; Kelurahan Andowia di lahan 97 are, di Desa Lahimbua 42 are, Desa Labungga 100 are.
Kondisi ini membuat petani sawah sedih dikarenakan lahan pencarian untuk kebutuhan sehari-hari diterpa bencana alam, dan harus menanggung kerugian baik tenaga maupun materi.
Tak hanya sawah masyarakat, curah hujan tinggi yang terus turun juga membuat rumah-rumah warga di beberapa desa seperti labungga dan lahimbua terendam banjir, serta beberapa fasilitas umum jalan seperti, wilayah perkantoran ibu kota wanggudu menuju Bundaran CBD juga terendam banjir setinggi betis dengan panjang sekira 100 meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut, melalui Kepala Bidang Kedaruratan, Arif membenarkan hal itu. Dikatakan hingga saat ini pihak BPBD masih terus melakukan asesmen di lapangan dan memantau kondisi yang terjadi.
Sedangkan untuk lahan persawahan petani yang terendam banjir, BPBD telah mengambil data untuk selanjutnya di laporkan ke pimpinan daerah dan diterus ke dinas terkait untuk di lakukan penanganan.
“Kalau untuk rumah warga yang terendam banjir, rata-rata yang berada dekat dengan sungai. Ini dikarenakan Intensitas hujan yang tinggi sehingga air naik dan merendami beberapa rumah warga. Untuk saat, Alhamdulillah kondisinya masih bisa di atasi. Kami masih terus lakukan pemantauan,”tukasnya.***
Laporan: Redaksi








































