‎Gagal Balas Dendam, 4 Remaja di Kendari Diciduk Polisi Bersama Senjata Rakitan

@indosultra.com ‎Gagal Balas Dendam, 4 Remaja di Kendari Diciduk Polisi Bersama Senjata Rakitan ‎ ‎Indosultra.com, Kendari – Niat hati ingin melakukan aksi balas dendam, empat remaja di Kota Kendari justru harus berurusan dengan hukum. Mereka diringkus tim patroli kepolisian di Jalan Bunga Matahari, Kelurahan Lahundape, Sabtu (04/04/2026) dini hari, setelah kedapatan membawa senjata tajam rakitan. ‎ ‎Penangkapan bermula saat Tim Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sultra melakukan patroli rutin di wilayah Kendari Barat sekitar pukul 00.30 WITA. Kecurigaan petugas memuncak saat melihat gerak-gerik keempat remaja tersebut yang nampak tidak wajar saat melintas di jalanan yang sepi. ‎ ‎Komandan Tim (Dantim) Perintis Presisi, Bripka Boy Sagita, mengungkapkan bahwa setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti yang cukup berbahaya. ‎ ‎"Kami melakukan pemeriksaan dan menemukan barang bukti berupa dua buah kunci T serta satu ketapel busur. Diduga kuat alat-alat ini akan digunakan untuk aksi kekerasan," ujar Bripka Boy. ‎ ‎Berdasarkan hasil interogasi awal, salah satu remaja berinisial M (16), warga Kelurahan Gunung Jati, mengakui kepemilikan senjata tersebut. Motif di balik aksi mereka ternyata dipicu oleh rasa sakit hati. Selengkapnya di indosultra.com #indosultra ♬ suara asli – Indosultra.Com.

‎Indosultra.com, Kendari – Niat hati ingin melakukan aksi balas dendam, empat remaja di Kota Kendari justru harus berurusan dengan hukum. Mereka diringkus tim patroli kepolisian di Jalan Bunga Matahari, Kelurahan Lahundape, Sabtu (04/04/2026) dini hari, setelah kedapatan membawa senjata tajam rakitan.

‎Penangkapan bermula saat Tim Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sultra melakukan patroli rutin di wilayah Kendari Barat sekitar pukul 00.30 WITA. Kecurigaan petugas memuncak saat melihat gerak-gerik keempat remaja tersebut yang nampak tidak wajar saat melintas di jalanan yang sepi.

‎Komandan Tim (Dantim) Perintis Presisi, Bripka Boy Sagita, mengungkapkan bahwa setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti yang cukup berbahaya.

‎”Kami melakukan pemeriksaan dan menemukan barang bukti berupa dua buah kunci T serta satu ketapel busur. Diduga kuat alat-alat ini akan digunakan untuk aksi kekerasan,” ujar Bripka Boy.

‎Berdasarkan hasil interogasi awal, salah satu remaja berinisial M (16), warga Kelurahan Gunung Jati, mengakui kepemilikan senjata tersebut. Motif di balik aksi mereka ternyata dipicu oleh rasa sakit hati.

‎”Kelompok remaja ini mengaku dilempari batu oleh kelompok lain di depan SMPN 22 Kendari. Tidak terima, mereka berniat melakukan serangan balasan ke arah kawasan kampus lama,” katanya.

‎Namun, pengakuan mereka diragukan petugas. Saat polisi melakukan penyisiran di lokasi yang dimaksud, tidak ditemukan tanda-tanda adanya kelompok lawan seperti yang diklaim para pelaku.

‎Kecurigaan polisi semakin menguat setelah seorang warga melapor bahwa dirinya sempat diancam menggunakan busur oleh orang tak dikenal pada Jumat (03/04) dini hari. Polisi menduga ada keterkaitan antara kelompok ini dengan rentetan aksi premanisme jalanan di wilayah tersebut.

‎Kini, keempat remaja tersebut tengah menjalani pemeriksaan intensif. Pihak kepolisian mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama saat berada di luar rumah pada jam-jam rawan.


‎Laporan: Krismawan

Koran Indosultra