Pelayanan Baik, Komisi lll DPRD Konut Minta Dinkes Penanganan Gizi Buruk Terus di Optimalkan, Tingkatkan Kedisiplinan Kerja

Pelayanan Baik, Komisi lll DPRD Konut Minta Dinkes Penanganan Gizi Buruk Terus di Optimalkan, Tingkatkan Kedisiplinan Kerja

Indosultra.Com, Konawe Utara – Komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konut, Samir, S.Ip.,MM meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Konut agar penanganan gizi buruk terus di optimalkan.

Hal itu dimaksudkan agar capaian kinerja yang sukses menangani gizi buruk dapat terus terjaga, dan memberikan jaminan kesehatan nyata kepada masyarakat.

Tak dipungkirinya, kasus gizi buruk di Konawe Utara secara bertahap dapat di tuntaskan hingga menunjukkan data kongkrit dari gizi buruk, jadi gizi kurang dan gizi baik.

“Kami minta jangan lengah dan jangan lalai dan merasa puas atau capainnya. Terus tingkatkan Etos kerja, kedisiplinan di tingkatkan, dan semangat dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat, khususnya dalam penanganan gizi buruk,”kata Samir, Sabtu 4 April 2026.

Anggota DPRD 4 periode ini juga memberikan apresiasi kepada tim Dinkes Konut, terkhusus bidang kesehatan masyarakat (kesmas) yang mampun menjabarkan program pemerintah di sektor pelayanan kesehatan menjadi lebih berkualitas dan berdaya saing.

Ia pun menyanjung peran tim Dinkes Konut yang membuktikan inovasinya dalam bekerja. Berkolaborasi dengan organisasi kesehatan seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Gizi (Persagi) sehingga penanganan penyakit masyarakat seperti gizi buruk tertangani dengan maksimal dan tepat.

“Kami apresiasi. Kinerjanya jelas dan terukur. Ini harus terus di pertahankan. Tingkatkan kualitas kinerja nya dan fasilitas penanganan medis,”ujarnya.

Ia mengungkapkan, setelah melakukan monitoring langsung di lapangan, kasus gizi buruk di Konawe Utara 100 persen tertangani. Hal itu di buktikan dengan tidak adanya kasus kematian, data penderita semakin menurun dari gizi buruk, gizi kurang hingga ke gizi baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Konut melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Nursania, SKM.,M.Kes mengungkapkan, pelayanan kesehatan masyarakat seperti gizi buruk dilakukan dengan intens tidak hanya pemberian obat dan vitamin saja tapi juga asupan makanan bergizi mulai dari beras, telur, susu dan lainnya.

“Laporan dari tim medis di seluruh puskesmas secara berkala di laporkan terkait kondisi kesehatan masyarakat. Sehingga ketika kita dapatkan kasus, seperti jika ada yang gizi buruk langsung cepat kita tangani mulai dari kita bawa ke rumah sakit, memberikan pengobatan, sampai pemberian makan bergizi. Kita kawal dan rawat sampai benar-benar gizi baik,”tutupnya.***

Laporan: Redaksi

Koran Indosultra