Ini Tips Nursania SKM.,M.Kes Untuk Kades Dan Ketua PKK Desa di Konut Agar Porsi DD 20 Persen Bidang Kesehatan Pengobatan Seperti Gizi Buruk Cepat Sembuh

Ini Tips Nursania SKM.,M.Kes Untuk Kades Dan Ketua PKK Desa di Konut Agar Porsi DD 20 Persen Bidang Kesehatan Pengobatan Seperti Gizi Buruk Cepat Sembuh

Indosultra.Com, Konawe Utara – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Utara (Konut), Nursania, SKM.,M.Kes memberikan pencerahan dan edukasi kepada para kepala desa serta ketua tim penggerak PKK di masing-masing desa, yakni dengan memanfaatkan dana desa 20 persen untuk untuk pelayanan kesehatan yang efektif dan tepat sasaran.

Mantan Kepala Puskesmas Lasolo ini menguraikan, dalam dana desa ada porsi anggaran 20 persen untuk layanan kesehatan seperti posyandu, penanganan gizi buruk, stunting dan lainnya.

Olehnya, agar pengelolaan dapat berjalan optimal pihak pemerintah desa bersama tim penggerak PKK desa baiknya selalu berkomunikasi dengan petugas kesehatan dengan tujuan utama untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat, dan penyakit apa saja yang dialami jika ada.

Ia contohkan, pada pelayanan posyandu seyogyanya para kepala desa dan ketua tim penggerak PKK bisa selalu hadir untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal, serta membangun koordinasi komunikasi kepada tim petugas kesehatan yang bertugas di tiap-tiap puskesmas, baik itu dari gizinya, perawat, bidan dan tim kesehatan lainnya.

Serta, selalu mengkoordinasikan terkait hasil penanganan pelayanan pengobatan diantaranya, soal stunting/gizi buruk pada balita, bayi yang saat ini gencar dilakukan oleh pencegahan oleh Pemerintah Kabupaten Konawe Utara melalui Dinas Kesehatan.

“Contoh begini!, agar alokasi dana desa untuk pelayanan kesehatan 20 persen itu dapat diberikan dengan tepat sasaran jika saat berkoordinasi dengan tim medis yang bertugas, ada terdapat masyarakat yang terindikasi penyakit, atau gizi buruk pada bayi, balita atau pelayanan pengobatan lainnya, sekiranya diutamakan dulu, terfokuskan dulu pada pasien tersebut. Mengapa? agar penanganan proses penyembuhannya dapat cepat tuntas dan maksimal,”kata Nursania SKM.,M.Kes diruang kerjanya, Jumat 8 Mei 2026.

“Kalau seumpama ada balita yang kena gizi buruk, terus kita hanya kasi susu hanya 1 dos saja, ini di pastikan tidak maksimal. Tapi coba kalau kita fokuskan dengan memberikan makanan bergizi dan berikan susu sampai dengan perawatan 2 sampai 3 bulan, sangat di pastikan akan sembuh,”tambahnya.

Wanita bergelar magister kesehatan ini mengatakan, koordinasi para kepala desa dan Ketua PKK kepada tim kesehatan yang melakukan posyandu juga sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat.
Sehingga, penyaluran 20 persen untuk dana kesehatan dari dana desa dapat tersalurkan tempat sasaran.

“Jadi bantuannya, seperti makanan bergizi, susu dan lainnya tidak hanya dibagikan begitu saja. Namun bagaimana terfokus dan diutamakan kepada masyarakat atau pasien yang terindikasi mengidap penyakit, seperti itu tadi, stunting, gizi buruk dan penyakit lainnya. Kalau di lakukan Dangan cara ini pasti akan cepat sembuh,”tukasnya.***

Laporan: Redaksi

Koran Indosultra