Indosultra.com, Kendari – Babak baru perselisihan di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT SLG kian memanas. Direktur PT Multi Karya Sultra (MKS), Indra Mustari, secara blak-blakan membongkar dugaan skenario fitnah dan pembunuhan karakter yang menyerang dirinya. Tak tanggung-tanggung, Indra juga melayangkan kritik pedas terhadap kinerja penyidik Polres Kolaka.
Indra menegaskan bahwa pusaran kasus yang menjeratnya saat ini telah bergeser dari sekadar sengketa hukum menjadi serangan personal yang keji.
Akar persoalan ini bermula sejak November 2023. Indra mengaku dituding oleh oknum berinisial B sebagai sosok yang membawa masuk aktivitas penambangan di wilayah tersebut. Tuduhan yang telah bergulir selama hampir 2,5 tahun ini dibantah keras oleh Indra.
“Ini fitnah keji yang menyerang kehormatan saya! Saudara B mengklaim di hadapan penyidik bahwa saya yang membawanya masuk untuk menambang. Itu sama sekali tidak benar. Perbuatan itu tidak pernah saya lakukan,” tegas Indra Mustari saat ditemui di Kendari, Jumat (08/05/2026).
Indra menyayangkan mengapa narasi sepihak tersebut bisa masuk ke dalam berkas penyelidikan tanpa verifikasi fakta yang mendalam. Akibatnya, nama baiknya di mata keluarga dan kolega bisnis kini berada di pertaruhan.
Ketidakpuasan Indra memuncak pada kinerja Polres Kolaka. Ia mencium aroma ketidakprofesionalan dalam penanganan perkara ini.
Beberapa poin krusial yang ia soroti antara lain, pembiaran Fitnah, Keterangan palsu yang dibiarkan masuk dalam dokumen hukum. Kejanggalan Internal, Adanya pergantian penyidik yang dinilai tidak wajar dan Kasus Mandek, Penanganan perkara yang berjalan di tempat dalam waktu yang cukup lama.
“Saya mempertanyakan kinerja Polres Kolaka. Mengapa fitnah ini dibiarkan terus bergulir? Tidak mungkin proses hukum berjalan benar jika pondasinya adalah fitnah yang masuk dalam berkas penyelidikan,” ujarnya dengan nada kecewa.
Merasa laporannya tidak mendapat respons cepat melalui jalur formal, Indra akhirnya memilih adu fakta di ranah publik. Ia menggunakan media sosial untuk mengungkap versi kebenaran yang ia klaim selama ini tersumbat.
“Karena suara saya seolah tidak didengar, saya harus menyampaikan fakta sebenarnya lewat media sosial. Biar masyarakat tahu siapa yang sebenarnya ‘bermain’ dan siapa yang jadi korban fitnah,” tuturnya.
Meski geram, Indra mendesak aparat kepolisian untuk kembali ke substansi perkara, yakni laporan terkait dugaan kehilangan bijih nikel (ore) miliknya. Ia meminta penyidik untuk lebih jeli dan tidak membiarkan institusi Polri ditunggangi oleh kepentingan oknum tertentu.
“Penyidik harus jeli. Saya hanya meminta keadilan dan profesionalisme dari Polres Kolaka. Hentikan pembunuhan karakter ini dan berikan kepastian hukum,” pungkas Indra.
Hingga berita ini ditayangkan, tim redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Polres Kolaka maupun PT SLG untuk mendapatkan klarifikasi dan perimbangan informasi.
Laporan: Krismawan








































