Indosultra.com, Konut – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe Utara mencatat sedikitnya lima kecamatan terdampak banjir dalam empat hari terakhir akibat tingginya curah hujan yang melanda wilayah tersebut.
Kepala BPBD Konawe Utara, Galib, mengungkapkan lima kecamatan yang terendam banjir yakni Kecamatan Motui, Landawe, Langgikima, Andowia, dan Oheo.
“Data sementara yang kami catat ada 197 kepala keluarga terdampak dengan total 692 jiwa. Selain itu, sebanyak 148 rumah ikut terendam banjir,” ujar Galib.
Tak hanya merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan kerugian di sektor pertanian serta merusak infrastruktur. Salah satu akses jembatan bahkan sempat terputus selama dua hari sehingga aktivitas warga terganggu.
Galib menjelaskan, setelah akses kembali terbuka dan debit air mulai surut pada hari ketiga, pihak BPBD bersama Bupati Konawe Utara dan Forkopimda langsung turun meninjau lokasi terdampak sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga di Desa Tambakua.
“Di Tambakua sendiri terdapat sekitar 100 kepala keluarga dengan 460 jiwa terdampak. Kemarin kami langsung menyalurkan bantuan berupa sembako dan kebutuhan lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi banjir di Konawe Utara masih berpotensi terjadi mengingat prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Menurutnya, bencana banjir merupakan persoalan yang hampir setiap tahun melanda wilayah tersebut.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara telah menetapkan status siaga darurat melalui surat keputusan (SK) yang dikeluarkan Bupati Konawe Utara.
“Kami juga sudah memasang rambu-rambu peringatan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
BPBD Konawe Utara memastikan seluruh personel tetap siaga guna mengantisipasi kemungkinan bencana susulan di wilayah Konawe Utara.
Laporan: Krismawan










































