Indosultra.com, Kendari – PT ANTAM Tbk UBPN Konawe Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat lingkar tambang.
Dalam Rapat Koordinasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Berkelanjutan yang digelar Pemerintah Kabupaten Konawe Utara di salah satu hotel di Kota Kendari, Rabu (13/5/2026), ANTAM menerima Piagam Penghargaan PPM Berkelanjutan dari Bupati Konawe Utara.
Forum tersebut dihadiri pemerintah daerah bersama sejumlah perusahaan tambang yang beroperasi di Konawe Utara sebagai langkah memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pembangunan daerah.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan program PPM perusahaan tambang dengan prioritas pembangunan daerah. Bupati Konawe Utara, Ikbar, menegaskan bahwa investasi di daerah tidak boleh hanya berorientasi pada produksi dan keuntungan ekonomi semata, melainkan harus mampu menghadirkan dampak sosial nyata bagi masyarakat.
“Kita harus menjawab pertanyaan besar bersama, apakah masyarakat lingkar tambang semakin sejahtera, apakah kualitas pendidikan meningkat, apakah kesempatan kerja masyarakat lokal semakin terbuka, dan apakah pembangunan hari ini mampu menjadi pondasi masa depan daerah setelah sumber daya alam tidak lagi tersedia,” tegas Ikbar dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya investasi berkualitas yang mampu memperkuat konten lokal daerah melalui pelatihan vokasi, sertifikasi tenaga kerja lokal, penguatan UMKM dalam rantai pasok industri tambang, hingga pengembangan ekonomi masyarakat menuju transformasi pascatambang.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Ikbar secara langsung menyerahkan Piagam Penghargaan PPM Berkelanjutan kepada PT ANTAM Tbk UBPN Konawe Utara. Penghargaan itu diterima oleh CSR & ER Bureau Head ANTAM, Fachrul Mujahid, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang terencana, partisipatif, dan sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Konawe Utara.
Dalam pelaksanaannya, ANTAM menjalankan program PPM berbasis kebutuhan masyarakat. Program tersebut dimulai dari assessment lapangan, perencanaan partisipatif, pelatihan terstruktur, pendampingan teknis, hingga monitoring dampak secara berkala guna memastikan setiap program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Sepanjang 2026, ANTAM UBPN Konawe Utara juga terus mengembangkan berbagai inisiatif pemberdayaan di sektor pendidikan, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, ketahanan pangan, pertanian pekarangan, pengolahan produk berbasis komoditas lokal, peternakan, pengelolaan lingkungan, hingga pembangunan sarana umum di desa-desa lingkar tambang.
Program-program tersebut dikembangkan bersama masyarakat dan pemerintah daerah dengan semangat membangun kemandirian warga melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan program.
Melalui forum koordinasi ini, ANTAM berharap sinergi antara program PPM perusahaan dan program pembangunan daerah semakin kuat dan terstruktur, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, khususnya di wilayah lingkar tambang Kabupaten Konawe Utara.**
Laporan: Krismawan










































