Ziarah Makam Dan Penggantian Kain Batu Nisan Tokoh Adat Tolaki

Indosultra.Com, Konawe -14 Juni 2026-forum pemuda adat tolaki (PORDATI) bersama sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati budaya melaksanakan kegiatan ziarah makam, serta penggantian kain batu nisan pada beberapa makam tokoh penting dalam sejarah dan adat tolaki.

Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah berjasa dalam menjaga nilai-nilai budaya, dan adat istiadat tolaki.

Adapun makam yang diziarahi dalam kegiatan tersebut meliputi; Makam Raja Lakidende sangia Ngginoburu, Makam pue kalenggo, Makam Karaeng watukila Ndariala, Makam Tohamba bin Mokole Maranai,serta Makam Pue Tainoa Watuanggotoa.

Kegiatan ini di hadiri oleh H DEDET ILNARI YUSTA,SE.,MA.,M.IN.CD, ILMARSYAH AGUS SUDOYO DONGGE,S.Hut, AJEMAIN SURUAMBO,S.SOS.M.SI,SARMAN FIDEL,serta beberapa anggota forum pemuda adat tolaki (PORDATI).

prosesi diawali dengan doa bersama, di lanjutkan pembersihan area makam dan penggantian kain batu nisan sebagai simbol penghormatan terhadap para pendahulu.

Seluruh rangkaian kegiatan di laksanakan sesuai tata cara dan tradisi adat Tolaki yang di wariskan secara turun-temurun.

Dalam kesempatan tersebut,para peserta menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya serta menghormati jasa para leluhur sebagai bagian dari identitas masyarakat Tolaki.

Kegiatan ziarah ini tidak hanya menjadi sarana mengenang sejarah,tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan,dan kecintaan terhadap adat istiadat daerah.

Forum pemuda adat tolaki (FORDATI) berharap kegiatan serupa dapat terus di laksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya pelestarian budaya dan penguatan karakter generasi muda agar tetap mengenal serta menghargai sejarah leluhurnya.

“Melalui ziarah makam dan pelaksanaan tradisi adat ini,kita menjaga hubungan batin dengan para pendahulu sekaligus merawat warisan budaya tolaki agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman “,
Ujar Ajemain Suruambo, S.SI.,M.SOS.

Kegiatan di tutup dengan doa bersama dan penghormatan terakhir kepada para leluhur, berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan, kebersamaan,dan rasa hormat terhadap nilai-nilai adat tolaki.

Penulis: Herman

Koran Indosultra