Atasi Stunting, Pemkot Kendari Gandeng Kemendagri

Atasi Stunting, Pemkot Kendari Gandeng Kemendagri
Rapat sosialisasi dan konvergensi penanganan Stunting yang dilaksanakan di Media Center Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Kendari, Kamis (27/5/2021) (Rachmat Ramadhan/Indosultra.com)

Indosultra.com, Kendari – Sebanyak 15 kelurahan di Kota Kendari menjadi sasaran lokus stunting (Kerdil) yang akan bekerjasama dengan Tenaga Ahli Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Diketahui terdapat 10 kelurahan yang melebihi angka di atas 10 persen masalah stunting, sehingga menjadi perhatian bagi Pemkot Kendari.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, keputusan ini berdasarkan hasil rapat sosialisasi dan konvergensi penanganan Stunting yang dilaksanakan di Media Center Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Kendari, Kamis (27/5/2021)

“Saya berharap betul kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar berkolaborasi biar penurunan stunting dan ada peningkatan kualitas untuk anak anak kita ini. Khususnya di daerah yang berada di atas 10 persen, apalagi jika kita berbicara nilai manusia kita tidak bisa berbicara presentasi, ada saja satu anak kita yang terkategori stunting menjadi perhatian serius buat kita,” ungkap Sulkarnain, Kamis (27/5/2021)

Selain itu, kata dia, untuk mewujudkan Kota Kendari layak huni dan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kendari 2017 – 2022, maka stunting menjadi komitmen pemerintah kota untuk menunjuk wilayah prioritas tersebut dalam pencegahan stunting.

“Bagaimana mungkin kita bisa mewujudkan kota layak huni kalau kualitas sumber daya manusia kita mengalami stunting. Sehingga untuk menangani ini tidak hanya satu bidang saja tetapi antar stakeholder yang menjadi tanggung jawab kita bersama untuk dilakukan dengan baik,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Tenaga Ahli Bina Bangda Lukman mengatakan, Stunting itu terjadi pada tumbuh kembang saat balita, kekurangan gizi pada 1000 hari kehidupan atau saat janin itu ada sehingga akan berdampak jangka panjang.

Menurutnya, faktor utama stunting itu berdasar faktor nutrisi gizi, pola asuh dan lingkungan yang harus sehat.

Di Sulawesi Tenggara (Sultra) Kota Kendari merupakan kota yang penanganan stuntingnya dilakukan dalam gerak cepat.

“Dari 10 kabupaten Kota di Sulawesi Tenggara Kota Kendari termasuk tercepat dan aktif dalam proses pembentukan gugus tugas penanganan stunting,” ungkapnya.

Untuk diketahui, di Kota Kendari 10 Kelurahan yang persentase stunting berada di atas 10 persen yaitu, Tobimeita, Talia, Puday, Punggaloba, Poasia, Bungkutoko, Lepo – lepo, Sambuli, Purirano dan Petoaha.

Sedangkan untuk kelurahan yang berada di bawah 10 persen yaitu, Lalodati, Baruga, Labibia, Anaiwoi dan Sanua. (b)

 

Laporan : Rachmat Ramadhan