Guru PAI se-Sultra Keluhkan Gaji PPG Sudah Nunggak 3 Bulan, Kemenag Dinilai Lamban

Guru PAI se-Sultra Keluhkan Gaji PPG Sudah Nunggak 3 Bulan, Kemenag Dinilai Lamban ASN pppk p3k CPNS PNS

Indosultra.com, Kendari – Sejumlah guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan belum cairnya gaji Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang hingga kini masih tertunda. Kondisi tersebut memicu keresahan di kalangan guru, terutama mereka yang sangat bergantung pada penghasilan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Keluhan ini datang dari berbagai daerah atau Kabupaten di Sultra. Para guru berharap adanya kejelasan dari pihak terkait mengenai waktu pencairan gaji yang dinilai sudah melewati batas waktu yang seharusnya.

Salah satu Guru PAI di Sultra mengeluhkan keterlambatan gaji PPG yang sudah terlampau lama. Dan tidak ada kejelasan kapan pencariannya hingga bulan April ini.

“Kita sudah cukup lama menunggu dan dijanji-janji terus tanpa kepastian kapan cair, padahal daerah lain sudah cair, “ujar salah guru PAI yang enggan disebutkan namanya.

Ia menyoroti lambannya sikap dari Kementerian Agama (Kemenag) mengatasi persoalan tersebut. Sebab hak yang harus mereka terima seolah terabaikan.

“Provinsi lain sudah cair, hanya kita belum sampai bulan ini belum ada pembayaran, “terangnya.

Dari informasi yang dihimpun gaji Guru PAI se-Sultra yang belum dibayarkan mulai dari Lulusan PPG Batch 1 dan Batch 2 Tahun 2024. Kemudian PPG Batch 1 dan Batch 2 tahun 2025.Tertunggak selama 3 bulan yaitu bulan Januari, Februari, dan Maret Tahun 2026.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) La Hamiku, M.Pd.I. wilayah Sultra menegaskan bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan dari para guru dan saat ini tengah melakukan koordinasi dengan instansi terkait Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperjuangkan hak-hak mereka..

“Yang belum cair itu, batch 1 dan batch 2, sudah kami lakukan konfirmasi kemarin, saat ini lagi menunggu tambahan anggaran karena tidak cukup anggarannya, “kata La Hamiku, saat diwawancara oleh awak media (21/4/2026).

La Hamiku menambahkan bahwa pihaknya telah meminta agar ada pengusulan penambahan anggaran kepada Kementerian Agama (Kemenag) sehingga pencairan Gaji PPG segera diberikan kepada para guru.

“Sekarang sudah dalam tahap pengusulan anggaran, sehingga diminta untuk bersabar karena itu bukan satu kabupaten tapi se-Sulawesi Tenggara, supaya ada pemerataan, kalau nanti dibayar setengah setengah kasian yang lain misalnya batch 1 sudah dibayarkan batch 2 belum nanti ada ketersinggungan, “tambahnya.

” Perkiraan itu bulan 5 sampai bulan 6 dibayarkan, karena menunggu dari kemenkeu tambahan anggaran itu, “ujarnya.

Meskipun itu, Ketua AGPAII berharap kepada para guru tetap bersabar karena pihaknya sudah melakukan koordinasi agar anggaran segera diproses dan dicairkan.

“Harapan saya para guru tetap konsentrasi untuk mengajar, yang jelasnya hak-hak mereka tetap akan diperjuangkan,”tutupnya..

Pihak AGPAII menyatakan akan terus mendorong percepatan pencairan melalui komunikasi intensif dengan pemerintah daerah maupun pusat.

Para guru berharap adanya langkah konkret dalam waktu dekat agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

Laporan: Ramadhan

Koran Indosultra