Meriah! HUT ke – 66 Kabupaten Konawe Gelar Tarian Lulo Massal Hingga Pecah Rekor MURI

Meriah! HUT ke - 66 Kabupaten Konawe Gelar Tarian Lulo Massal Hingga Pecah Rekor MURI

Indosultra.com, Konawe – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan tumpah ruah memadati lokasi acara untuk mengikuti tarian tradisional khas Sultra, Lulo, dalam sebuah pertunjukan massal yang berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), di kawasan ICP (Inolobunggadue Central Park), Sabtu (11/4/2026).

Acara yang digelar di pusat kota Konawe ini menjadi sorotan utama dalam rangkaian peringatan HUT daerah. Dengan mengenakan pakaian adat dan busana berwarna-warni, peserta dari berbagai usia mulai dari pelajar, aparatur sipil negara, hingga masyarakat umum saling bergandengan tangan membentuk lingkaran besar, menari Lulo secara serempak.

Kegiatan bersejarah ini secara resmi dibuka oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, didampingi Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, SE., M.Si yang dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai kalangan memadati lokasi acara dengan penuh antusias.

Para peserta Lulo diketahui berasal dari 28 kecamatan se-Kabupaten Konawe. Selain itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran Polres Konawe, kelompok pelajar tingkat SMP dan SMA, hingga berbagai organisasi masyarakat (ormas) Tolaki. Diperkirakan berjumlah lebih dari 26 ribu peserta secara sukarela ambil bagian dalam acara itu.

Dari informasi yang dihimpun Ketua Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Osmar Semesta Susilo, MIB, turut hadir dalam kegiatan itu. Ia secara secara resmi langsung menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Konawe atas keberhasilan menyelenggarakan tarian Lulo massal dengan jumlah peserta terbanyak yang belum pernah terjadi sebelumnya. Momen tersebut disambut sorak sorai dan tepuk tangan meriah dari para peserta dan penonton.

“Ini bukan hanya rekor nasional, tetapi juga menjadi pencapaian rekor kelas dunia. Konawe berhasil menunjukkan kekuatan budaya lokal yang mampu menyatukan masyarakat dalam skala besar,” kata Osmar pada Sabtu (11/04/2026).

Sementara itu Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan budaya.

“Tarian Lulo adalah identitas kita. Melalui momentum HUT Konawe ke-66 ini, kita memperkenalkan budaya kita hingga ke tingkat dunia,” ungkapnya.

Selain tarian Lulo massal, perayaan HUT ke-66 Konawe juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lain seperti pameran UMKM, pertunjukan seni budaya, serta hiburan rakyat yang berlangsung selama beberapa hari.

Dengan suksesnya acara ini, Kabupaten Konawe tidak hanya mencatatkan sejarah baru, tetapi juga semakin memperkuat identitas budaya dan kebersamaan masyarakatnya.

Untuk diketahui Tari Lulo atau Malulo adalah tarian tradisional khas suku Tolaki di Sultra yang melambangkan persahabatan, persatuan, dan persaudaraan. Dilakukan secara berkelompok dengan bergandengan tangan membentuk lingkaran, tarian ini awalnya merupakan bagian dari upacara adat syukur panen padi, namun kini sering ditampilkan dalam pernikahan dan acara sosial.

Laporan: Ramadhan

Koran Indosultra