Nelayan Paruh Baya Ditemukan Meninggal dalam Perahu di Pulau Bokori

Nelayan Paruh Baya Ditemukan Meninggal dalam Perahu di Pulau Bokori
Nelayan AK (62) ditemukan meninggal dunia di dalam perahunya di Pulau Bokori

Indosultra.com, Kendari – Seorang nelayan inisial AK (62) ditemukan tak bernyawa dalam perahu di perairan sekitar 1 kilometer sebelah selatan, pantai pulau Bokori, Minggu (20/5/2022)

Korban sebelumnya meninggalkan rumah pada Sabtu, (21/5/2022) sekitar pukul 17.00 WITA dengan menggunakan kapal nelayan miliknya untuk mencari ikan di laut dengan cara pasang pukat dan memancing. Namun sekitar pukul 21.00 Wita, sang kakek belum kembali ke rumah sehingga keluarga korban melakukan pencarian di laut tempat biasa korban mencari ikan.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh nelayan yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian.

“Hingga sampai pada pagi hari pukul 06.00 Wita keluarga yang sedang melakukan pencarian hanya dapat menemukan senter korban. Selanjutnya sekitar pukul 07.00 wita mayat tersebut ditemukan oleh seorang nelayan bernama Kaharu (46) asal Purirano Kota Kendari dengan kondisi kapal tersangkut di sero, kemudianmelaporkan ke petugas wisata pulau Bokori dan selanjutnya menghubungi Polsek Soropia sehingga petugas segera mendatangi TKP dan membawa ke pelabuhan Bokori untuk dilakukan pemeriksaan awal,” kata AKP Fitrayadi melalui rilisnya, Minggu (20/5/2022)

Setelah dilakukan pemeriksaan awal pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan. Dari keterangan keluarga bahwa korban memiliki riwayat penyakit uluhati, atas permintaan keluarga korban tidak dilakukan visum karena menurut keluarga korban bahwa penyebab kematian korban murni karena sakit.

“Setelah dilakukan pemeriksaan awal serta mendengarkan keterangan keluarga korban, maka sekitar pukul 09.30 Wita jenazah dibawa pulang menuju ke rumah korban di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari dengan menggunakan kapal nelayan korban yang ditonda oleh kapal lain (pihak keluarga),”tutup AKP Fitrayadi. (b)

Laporan : Ramadhan