Indosultra.com,Kendari – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi menyiagakan ribuan personel dalam balutan Operasi Ketupat Anoa 2026. Kesiapan ini ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang dilaksanakan di Kendari pada Kamis (12/03/2026).
Sebanyak 3.513 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, serta instansi terkait lainnya diterjunkan untuk mengawal mobilitas masyarakat di Bumi Anoa.
Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis pemerintah untuk menjawab dinamika situasi yang terus berkembang.
“Operasi ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya selama puncak arus mudik dan arus balik Lebaran,” ujar Kapolda dalam amanatnya.
Operasi Ketupat Anoa 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Sebaran Pos dan Titik Pantau
Untuk menjamin pelayanan maksimal, Polda Sultra telah memetakan titik-titik krusial dengan mendirikan 66 pos strategis, yang meliputi, 41 Pos Pengamanan, gokus pada titik rawan kriminalitas dan kemacetan, 15 Pos Pelayanan, menyediakan fasilitas istirahat dan bantuan bagi pemudik, 10 Pos Terpadu, pusat koordinasi antarinstansi di lokasi paling vital.
Tak hanya terpaku pada arus lalu lintas, Kapolda juga memberikan instruksi khusus kepada personel di lapangan untuk memantau dua aspek krusial lainnya.Personel diminta memonitor ketersediaan bahan pokok dan bahan bakar minyak guna mencegah kelangkaan akibat lonjakan permintaan.
Mengingat kondisi cuaca yang dinamis, seluruh jajaran diminta waspada terhadap potensi bencana alam yang bisa menghambat jalur mudik.
Dengan kesiapan ribuan personel dan puluhan pos yang tersebar, diharapkan masyarakat Sulawesi Tenggara dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh kedamaian, tanpa kendala keamanan maupun logistik.
Laporan: Krismawan






































