Indosultra.com,Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menggenjot upaya percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan layanan kesehatan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Sultra, Hugua, saat membuka pertemuan evaluasi pelaksanaan intervensi spesifik stunting tingkat provinsi tahun 2026.
Dalam arahannya, Hugua menekankan bahwa penanganan stunting bukan sekadar program kesehatan, melainkan amanat konstitusi yang berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia.
“Stunting ini sangat berkaitan dengan pemenuhan gizi sejak dini. Jika kebutuhan zat gizi esensial tidak terpenuhi, maka akan berdampak pada kemampuan fisik, mental, hingga produktivitas anak di masa depan,” ujarnya.
Saat ini, prevalensi stunting di Sultra masih berada di kisaran 26,1 persen. Pemerintah daerah pun menargetkan penurunan signifikan hingga mendekati rata-rata nasional, bahkan menekan angka tersebut hingga sekitar 5 persen.
Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Sultra mengoptimalkan dua pendekatan utama. Pertama, pendekatan promotif melalui edukasi pola makan bergizi seimbang bagi ibu hamil, balita, dan keluarga.
Kedua, pendekatan kuratif melalui layanan pengobatan bagi anak yang mengalami stunting akibat faktor kesehatan, termasuk penyakit penyerta yang menghambat penyerapan gizi.
Selain itu, sinergi lintas sektor dan lintas wilayah juga menjadi kunci. Pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota akan memperkuat koordinasi mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program agar intervensi lebih tepat sasaran.
Sebagai langkah penguatan tata kelola, evaluasi program akan dilakukan secara berkala sepanjang tahun, baik pada pertengahan maupun akhir tahun, guna memastikan efektivitas program serta menjadi dasar penyusunan strategi ke depan.
Tak hanya itu, pendekatan perubahan perilaku masyarakat berbasis budaya juga menjadi perhatian. Pemerintah menilai kebiasaan sehari-hari masyarakat memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan penanganan stunting, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang lebih efektif dan menyentuh aspek sosial.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pemprov Sultra optimistis mampu menekan angka stunting dan menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa mendatang.
Laporan: Krismawan








































