Indosultra.com, Konsel – Warga Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), digegerkan dengan peristiwa tragis yang menimpa seorang lansia, Sabtu (21/2/2025) malam.
Dimana seorang petani bernama Baharuddin (74) ditemukan meninggal dunia di pinggir tambak setelah diduga diterkam buaya.
Kasi Humas Polres Konawe Selatan, Iptu Komang Budayana mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di area tambak Desa Roraya sekira pukul 20.00 Wita, setelah korban sebelumnya dilaporkan tidak kembali ke rumah sejak pagi hari, Sehingga Hasma, mulai mencari ayahnya karena keluar rumah tanpa berpamitan. Namun hingga beberapa jam kemudian, korban belum juga ditemukan.
”Sekira pukul 08.00 Wita, Hasma melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Roraya. Aparat desa kemudian menyarankan agar keluarga dan warga melakukan pencarian serta mencari informasi dari kerabat terdekat,” ujarnya, Minggu (22/02/2026).
Pencarian intensif baru dilakukan pada pukul 19.00 Wita oleh anak korban lainnya, Udin, bersama sejumlah warga dengan menyisir area tambak yang biasa didatangi korban. Setibanya di lokasi, Udin menemukan senter milik korban di sudut tambak dalam kondisi terendam air.
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban berada di sekitar lokasi. Warga pun melanjutkan pencarian dengan mengelilingi tambak. Sekitar pukul 20.00 Wita, korban akhirnya ditemukan di pinggir tambak dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Korban diduga kuat menjadi korban terkaman buaya.
Saat proses pencarian berlangsung, warga juga sempat melihat seekor buaya berada di dalam tambak, tidak jauh dari lokasi ditemukannya jasad korban.
Korban diketahui bernama Baharuddin (74), beragama Islam, berprofesi sebagai petani/pekebun, dan merupakan warga Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan.
Saat ini, jenazah korban telah berada di rumah duka dan rencananya akan segera dimakamkan oleh pihak keluarga. Peristiwa ini menambah daftar kasus konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah pesisir Konsel, sekaligus menjadi pengingat bagi warga agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar perairan.





































