Indosultra.com, Kendari – Aktivitas lalu lalang dan bongkar muat truk pengangkut material tanah di Jalan Kelengkeng, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) kini memicu keresahan warga setempat.
Pasalnya, kegiatan tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar akibat polusi debu yang ditimbulkan.
Dedi, salah seorang warga yang terdampak, mengungkapkan keluh kesahnya mewakili masyarakat. Ia menyebutkan bahwa debu dari material tanah yang diangkut truk-truk tersebut beterbangan hingga masuk ke area permukiman, memaksa warga untuk menghirup udara kotor setiap harinya.
”Mobil truk yang melintas membawa material tanah ini benar-benar membuat warga resah. Debunya bertebaran ke mana-mana, mengotori rumah dan jelas mengganggu pernapasan,” ungkap Dedi kepada wartawan.
Selain ancaman polusi udara, warga juga mengkhawatirkan dampak buruk terhadap infrastruktur fasilitas umum. Mobilitas kendaraan bertonase berat yang terus-menerus melintasi jalan permukiman diyakini dapat mempercepat kerusakan jalan di kawasan tersebut.
Kondisi yang tak kunjung membaik ini membuat kesabaran warga mulai menipis. Dedi bersama warga Jalan Kelengkeng lainnya mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk tidak tutup mata dan segera mengambil tindakan tegas.
”Kami meminta kepada Pemkot Kendari untuk segera memberikan atensi penuh terkait hal ini. Aktivitas bongkar muat dan lalu lintas truk tersebut harus ditertibkan karena sangat mengganggu aktivitas masyarakat dan menyebabkan polusi udara yang merugikan warga,” tutupnya.
Laporan: Krismawan








































