Tidak Berhenti, Konut di Guncang Lagi Gempa ke 5 Kali Kekuatan 3.2, Masyarakat Mengungsi

Ketgam: Masyarakat wilayah Ibu Kota Wanggudu Konut mendirikan tenda darurat sebagai tempat pengungsian mengantisipasi gempa bumi yang terjadi.(Foto:Istimewah).

Indosultra.Com, Konawe Utara-Gempa bumi tektonik berkali-kali mengguncang Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), di wilayah Kecamatan Andowia dan Asera.

Sejak bencana alam ini melanda Bumi Oheo pada pukul 13.04 wita hingga saat ini sudah terjadi 5 kali gempa. Situasi itu membuat wilayah tersebut mencekam dan sebagian masyarakat mengungsi ketempat yang lebih aman

“Ada yang mengungsi ketempat lain dan ada juga yang dibahu jalan mendirikan tenda. Di Desa Labungga yang sangat kencang guncanganya,”tulis Darwis warga Wanggudu melalui pesan What’s App, Sabtu (6/3/2021).

Baca Juga :Situasi Mencekam, Konut Terus di Guncang Gempa Hingga 4 Kali

Saat ini, situasi jalan umum diwilayah Asera dan Andowia tempat dirasakan gempa masih terlihat ramai oleh masyarakat yang tengah mengevakuasikan diri dan barang berharga lainnya ketempat yang lebih aman. Kondisi cuaca masih guyur hujan.

Baca Juga: Kekuatan Doa Berlindung Dari Musibah Gempa

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun awak media melalui pres list
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kendari, Rudin menerangkan, gempa bumi tektonik M=3.2 kembali mengguncang wilayah Konawe Utara.

Kejadian dan parameter Ggempa bumi hari Sabtu, 6 Maret 2021, pukul 22:21:13 WITA, di sebelah Tenggara Labungga diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisa BMKG menunjukkan informasi gempabumi ini berkekuatan M=3.2. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3.54 LS, 122.15 BT, atau tepatnya berlokasi di Darat pada jarak 3.1 km, Tenggara Labungga, Kab. Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 12 km.

Jenis dan mekanisme gempa bumi
dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Lawanopo di Tenggara Labungga.

Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di wilayah Wanggudu dan Asera dengan Skala Intensitas II – III MMI ( (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). Namun, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.

Gempabumi susulan
hingga pukul 23:07:00 WITA, telah terjadi serangkaian gempabumi dirasakan sebanyak 5 kejadian, sejak gempabumi pertama pada pukul 13:04:41 WITA. Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.*(IS)

Laporan: Jefri Ipnu.