Tokoh Masyarakat Motui: Isu Pakuli Biri Hanya Fitnah Untuk Mematahkan Semangat Kerja Ruksamin

Ketgam: Tokoh Masyarakat Kecamatan Motui, Yusuf Nusu saat menyampaikan orasi politiknya diacara kampanye terbatas gabungan Desa Pudonggala Utama, Motui, Pekaroa dan Matanggonawe.

Indosultra.Com, Konawe Utara-Tokoh Masyarakat Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Yusuf Nusu menegaskan jika isu pakuli biri yang dihembuskan oknum tak bertanggung jawab adalah permainan politik yang bertujuan untuk mematahkan semangat kerja calon bupati (cabub) Konut nomor urut 2, Ruksamin dalam melindungi masyarakat dan membangun daerah.

“Sampai saat ini belum terbukti bahwa adanya kebohongan yang dilakukan pak Ruksamin seperti yang di isukan. Itu semua tidak terbukti, sudah sangat jelas kalau mereka hanya menabur isu yang tidak benar karena momen pemilihan kepala daerah (pilkada),”tegas Yasuf Nusu diacara kampanye terbatas gabungan Desa Pudonggala Utama, Motui, Pekaroa dan Matanggonawe, Sabtu (14/11/2020).

Dihadapan masyarakat, Yusuf menyampaikan, kepemimpinan Ruksamin selama menjadi bupati telah terbukti kinerjanya dalam membangun masyarakat dan daerah mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, ketahanan pangan, perdagangan dan lainnya.

Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur koordinasi Pemerintah Provinsi dan Pusat seperti jalan, jaringan listrik, KHW gratis, bantuan bedah rumah, pasar moderen, juga telah dilakukan. Olehnya itu, kata dia, Ruksamin layak untuk kembali memimpin Konut bersama pasangannya, Abu Haera agar dapat melanjutkan program kerja yang lebih baik, maju, berkembang, sejahtera dan berdaya saing.

“Terbukti dengan mata kepala kita sendiri saat banjir bandang melanda dan virus corona, hanya pak pak Ruksamin yang turun langsung melindungi rakyatnya, mengurus dan memberikan bantuan. Sementara ada wakilnya tapi tidak terlihat,”ungkapnya dengan nada tinggi.

Opotimis pasangan tagline Rabu menang 75 persen di Kecamatan Motui. Dirinya menghimbau masyarakat agar tidak terpengaruh dengan isu politik yang tidak benar. Pilih nomor 2 paslon Ruksamin-Abu Haera adalah langkah tepat. Sebab, program kerja yang dijalankan sudah terbukti bukan baru mau menjanji, tinggal dilanjutkan dan dikembangkan.*

Laporan: Zam