Tragis! Penambang Emas di Bombana Tertimbun Tanah Longsor, Dua Tewas dan Satu Dilaporkan Kritis

@indosultra.com Tragis! Penambang Emas di Bombana Tertimbun Tanah Longsor, Dua Tewas dan Satu Dilaporkan Kritis Indosultra.com, Bombana – Nasib nahas menimpa para penambang emas ilegal di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (7/4/2025). Akibat kejadian itu setidaknya 4 orang penambang dilaporkan menjadi korban tertimbun longsoran galian tanah pada malam hari, Senin (6/4/2026). Proses evakuasi seketika berlangsung dramatis menggunakan alat berat excavator dan dibantu warga sekitar. Kedua korban berhasil ditemukan tewas, sementara dua korban dilaporkan kritis karena mengalami tulang pada Selasa 7 April 2026. Peristiwa itu ramai dibagikan warga di sosial media. Selengkapnya di indosultra.com #indosultra ♬ suara asli – Indosultra.Com.

Indosultra.com, Bombana – Nasib nahas menimpa para penambang emas ilegal di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (7/4/2025).

Akibat kejadian itu setidaknya 4 orang penambang dilaporkan menjadi korban tertimbun longsoran galian tanah pada malam hari, Senin (6/4/2026).

Proses evakuasi seketika berlangsung dramatis menggunakan alat berat excavator dan dibantu warga sekitar.

Kedua korban berhasil ditemukan tewas, sementara dua korban dilaporkan kritis karena mengalami tulang pada Selasa 7 April 2026. Peristiwa itu ramai dibagikan warga di sosial media.

“Menurut warga sekitar korban dia tertimbun tadi malam. Dia masuk di lubang mesin katanya, “ujar salah satu warga.

Dari informasi yang dihimpun, kedua korban meninggal atas nama:
KA (50), petani, asal Desa Wumbubangka
HU (42), warga Desa Pangkuri

Sementara dua korban kritis atas nama:
ER (46), warga Desa Wesalo. BU (52), warga Desa Lakomato.

Pihak kemanan setempat, Kapolsek Lantari Jaya menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian tersebut. Termasuk izin lokasi tambang yang diduga belum memiliki izin resmi.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi para penambang tradisional, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis yang rentan bencana.

Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan pengawasan serta memberikan edukasi terkait keselamatan kerja di sektor pertambangan rakyat.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih memantau kondisi korban yang kritis dan melakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Laporan: Ramadhan

Koran Indosultra