Indosultra.com, Kendari – Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan gedung DPRD Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mendadak memanas dan nyaris berujung bentrok fisik antara massa aksi dan pihak yang berada di lokasi.
Dalam video yang beredar di media sosial Facebook melalui akun Amier Faith, terlihat salah seorang anggota Dewan DPRD tersulut emosi saat menghadapi massa aksi demonstrasi di pelataran Kantor DPRD Kota Baubau, Sultra.
Dari informasi yang dihimpun peristiwa tersebut terjadi pada Senin (20/4/2026) kemarin saat sekelompok pemuda menyuarakan aspirasi terkait dugaan penunjukan dan pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) Baubau yang dinilai tidak sesuai prosedur.
Anggota DPRD Baubau, diketahui bernama Hasan Basri, dilaporkan sempat terbakar amarah ketika mendengar massa aksi mengucapkan kata-kata tidak etis dan hendak membakar ban.
Dalam video berdurasi 1.19 detik itu juga terdengar Hasan yang saat itu menerima kunjungan mempersilakan massa untuk menyampaikan aspirasi. Namun, seketika berubah amarah saat salah satu pemuda diduga melontarkan kalimat ancaman.
“Saya banting kamu orang ini,” ujar seorang masa aksi yang mengenakan baju hitam.
Peristiwa sontak menjadi tegang. Sejumlah massa aksi dan para petugas yang berada di lokasi terlibat adu mulut. Para petugas kemudian mempertanyakan maksud pernyataan yang diucapkan pemuda tersebut.
Aksi kejar kejaran dan dorong terjadi. Saat Hasan Basri mengejar salah satu massa aksi sambil berteriak menegaskan kesiapannya untuk menerima dan melayani aspirasi masyarakat.
“Saya siap melayani kamu, baru kamu bilang saya tidak layani. Saya terima kamu. Sampaikan aspirasimu. Rakyat siapa yang menuntut, bawa ke sini rakyatnya,” Katanya.
Beruntung, aparat keamanan yang berjaga sigap mengendalikan situasi. Petugas langsung membentuk barikade untuk memisahkan kedua kubu dan meredam potensi bentrokan yang lebih besar.
Hingga akhirnya, kondisi berangsur kondusif dan massa aksi melanjutkan penyampaian aspirasi dengan pengawalan ketat dari aparat.
Peristiwa ini pun menjadi sorotan publik setelah video kejadian tersebut viral di berbagai platform media sosial. Banyak warganet menyayangkan aksi yang nyaris ricuh, namun juga berharap aspirasi masyarakat tetap dapat tersampaikan secara damai dan tertib.
Laporan: Ramadhan






































