Wakili Bupati, Wabup Konut Pimpin Apel Pagi Gabungan, Tekankan ASN Berakhlak, Tidak Akal-akalan Dan Berbohong

Indosultra.Com, Konawe Utara – Mewakili Bupati Konawe Utara (Konut, Ikbar, SH.,MH, Wakil Bupati Konut, Abu Haera, S.Sos.,M.Si, menekankan pentingnya ASN (Aparatur Sipil Negara) yang berakhlak dalam bekerja, serta tidak akal-akalan dan berbohong.

Pernyataan itu di sampaikan saat memimpin apel gabungan pegawai negeri sipil dan P3K di pelataran Kantor Bupati Konut, Senin 9 Maret 2026.

Penyampaian tegas Wabup Konut ini dipicu adanya informasi beberapa oknum mantan ASN tak terima dipecat beberapa waktu lalu tak sehingga dikabarkan masuk ke meja laporan aparat penegak hukum.

Olehnya, mewakili pemerintah mempersilahkan jika persolan itu akan di dibawa di meja hijau pengadilan.

Dikatakan, dalam pengambilan keputusan pemerintah daerah telah bertindak sesuai aturan perundangan undangan dan koordinasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN-RB).

“Yang lalu ada beberapa yang di pecat, dan sekarang mau menuntut. Yah silahkan. Silakan melalui pengadilan. Bagiamana caranya ada yang enam bulan, ada yang satu tahun, ada yang enam tahun tidak bekerja. Kemudian adalagi yang manipulasi absen. Apakah kita harus biarkan orang-orang begitu,”tegasnya dihadapan ribuan pegawai.

Mantan Sekda Konut ini menyampaikan kekesalannya jika ada ASN yang tidak punya akhlak dalam bekerja, karena yang terjadi hanya akan berbohong dan menipu rakyat serta makan gaji buta.

“Dimanapun menuntut kita akan ikuti. Silahkan,”tegasnya.

Di kegiatan itu, Abu Haera mengingatkan kepada pegawai yang lain pentingnya nilai-nilai Core Values ASN berakhlak yang berorientasi pelayanan, akuntabel, Kompeten, harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

“Kita bekerja dengan hati ikhlas. Mengutamakan transparansi, adaptif terhadap perubahan, dan mendorong kolaborasi untuk kemajuan masyarakat,”ujarnya.

Diakhir sambutannya, Wakil Bupati Abu Haera kembali meminta ASN untuk meningkatkan integritas dan profesionalitas dengan tidak melakukan praktik akal-akalan, berbohong, dan manipulasi absen. Tindakan tidak etis dapat merusak citra pemerintah dan menurunkan kepercayaan masyarakat

“ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat dengan berperilaku jujur dan transparan,” tegasnya.***

Laporan: Redaksi

Koran Indosultra