Indosultra.com, Kendari – Sebuah peristiwa memilukan mengguncang warga Kecamatan Baruga, Kota Kendari. FM, seorang bocah perempuan berusia lima tahun yang menghuni sebuah panti asuhan, ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah mobil yang terparkir.
Kasus yang menyisakan duka mendalam ini kini tengah menjadi fokus penyelidikan intensif Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari.
Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu (02/05/2026), di kawasan Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Wundudopi. FM ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di bangku belakang sebuah mobil Daihatsu Terios berwarna hitam.
Kondisi korban saat ditemukan sangat memprihatinkan; mulutnya mengeluarkan busa, menandakan adanya kondisi medis darurat yang fatal. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Hermina untuk upaya penyelamatan terakhir, takdir berkata lain. Nyawa bocah malang tersebut tidak tertolong.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Penyelidikan kini diarahkan pada dugaan kuat adanya unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa anak di bawah umur tersebut.
“Kami mengendus adanya unsur kealpaan dalam kejadian ini. Saat ini, tim penyidik terus melakukan pendalaman untuk memastikan mengapa korban bisa terjebak di dalam kendaraan tersebut,” tegas AKP Welliwanto pada Senin (04/05/2026).
Sebagai langkah hukum konkret, polisi telah mengambil tindakan tegas, penyitaan Barang Bukti, berula mobil Daihatsu Terios hitam tempat korban ditemukan kini telah dipasangi garis polisi dan diamankan di Mapolresta Kendari.
Sedikitnya tiga orang saksi telah dimintai keterangan. Salah satu saksi kunci yang diperiksa adalah pemilik yayasan panti asuhan tempat FM selama ini bernaung.
Hingga saat ini, publik masih menunggu hasil otopsi atau keterangan resmi mengenai penyebab pasti kematian FM apakah murni karena kondisi suhu di dalam mobil (heatstroke) atau ada faktor lain.
Polresta Kendari berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini guna memberikan keadilan bagi almarhum FM.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para pengelola lembaga pengasuhan dan masyarakat umum akan pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak, terutama di sekitar kendaraan bermotor yang terparkir.
Laporan: Krismawan








































