Kemendes PDT, BRIN, Didukung Pemda Konut Sukses Dorong Pengembangan Ekonomi Kemajuan Desa Laramo Dan Muara Tinobu Melalui Program Inovasi Desa, Berikut Paparannya

Indosultra.Com, Jakarta – Program inovasi desa yang canangkan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama BRIN sukses menciptakan karya terbaik dalak mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera, salah satunya di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Keberhasilan itu, di sampaikan langsung Bupati Konut, Ikbar melalui Wakil Bupati Konut, Abu Haera saat menghadiri acara BRIN Goes To Villages, BRIN Menyaapa Desa yang berlangsung di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J.Habibie BRIN Thamrin Jakarta Pusat, 4 Juni 2026.

Acara nasional ini di hadiri langsung Menteri PDT, Yandri Susanto Kepala Badan Riset Dan Invonasi Nasional (BRIN), Arif Satria juga hadir mantan Bupati Konut 2 Periode yang saat ini menjabat Sekjen Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang, Dr. Ruksamin, juga para pejabat, kepala pemerintahan dari berbagai kabupaten, kora, provinsi se-Indonesia.

Wabup Konut, Abu Haera memaparkan Desa Laramo dan Desa Muara Tinobu menjadi contoh keberhasilan program inovoasi desa di bawah pendampingan BRIN, Bersama Kemendes PDT dan di dukung Pemerinta Konut.

Abu Haera menguraikan dalam sambutannya di acara itu, untuk
Desa Laramo, Kecamatan Lembo dikembangkan dengan basis potensi perkebunan (cengkeh) dan ekonomi masyarakat.

Program yang telah berjalan meliput
pembentukan Rumah Inovasi Desa, penguatan UMKM, pengembangan BUMDes
digitalisasi tata kelola Desa, pelaksanaan pasar untuk pemasaran produk lokal,
serta program penataan lingkungan Laramo SAIRA (Smart Area Inovatif, Rapi da.
Asri).

Hingga tahun 2026, kegiatan-kegiatan tersebut masih berlanjut dan menjadi
bagian dari pembangunan desa.

Untuk Desa Muara Tinobu, Kecamatan Lasolo, dikembangkan dengan basis potensi kelautan dan perikanan.

Program yang telah berjalan meliputi, penguatan kelompok nelayan
pengembangan ekonomi pesisir, digitalisasi pelayanan desa, pengembangan wisata
bahari, pengelolaan lingkungan pesisir, serta penerapan konsep Smart Village melalui 5 (lima) klaster pembangunan inovatif.

Pemerintah desa bersama masyarakat juga telah melakukan studi tiru dan penguatan kapasitas untuk mendukung keberlanjutan program Desa Inovasi,

Kondisi terkini hingga tahun 2026, Desa Laramo dan Desa Muara Tinobu masih menjalankan program-program inovasi yang telah dirintis sejak pendampingan tim Desa Inovasi BRIN.

Untuk fokus pengembangan saat ini diarahkan pada:
– Pendampingan dan kolaborasi berkelanjutan.
– Pendampingan lanjutan dari BRIN dan stakeholder.
– Kolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perguruan tinggi, dan dunia usaha.
– Penguatan model pembangunan desa berbasis inovasi.

Untuk Replikasi dan Pengimbasan
Desa Laramo dan Desa Muara Tinobu menjadi role model.
• Menjadi lokasi studi tiru desa lain.
• Mendukung pengembangan Desa Inovasi di Konawe Utara. Digitalisasi dan Smart Village
• Penguatan sistem desa digital.
• Integrasi data dan layanan desa
Pengembangan desa berbasis teknologi

Wabup Konut, Abu Hera melanjutkan sambuntanya, untuk perubahan yang di rasakan masyarakat, untuk di Desa Laramo, terjadinya peningkatan ekonomi masyarakat. Pendapatan masyarakat meningkat melalui UMKM dan pengolahan hasil perkebunan.

Kemudian, produk lokal memiliki nilai tambah (tidak lagi dijual mentah)
Pasar menjadi sumber penghasilan tambahan warga, tumbuhnya UMKM dan wirausaha baru, munculnya pelaku usaha baru di bidang kuliner, olahan hasil kebun, dan kue.

Lain dari itu, masyarakat lebih aktif berusaha, tidak hanya bergantung pada hasil kebun, perubahan pola pikir (Mindset
Masyarakat mulai berpikir inovatif dan kreatif, terbentuknya budaya mau mencoba usaha baru, kesadaran akan pentingnya inovasi meningkat.

“Dan Peningkatan mapasitas sumber daya manusia, masyarakat lebih terampil melalui pelatihan produksi, pemasaran, usaha, dan
aparatur desa lebih profesional dalam pelayanan,”katanya di acara itu.

Mantan Sekda Konut ini melanjutkan, kumdian operasional rumah inovasi desa di Laramo tetap menjadi pusat kegiatan inovasi desa, digunakan untuk pelatihan masyarakat, UMKM, dan aparatur desa, dan menjadi pusat koordinasi program pemberdayaan dan inkubasi usaha desa

Sedangkan untuk program pengembangan UMKM dan produk unggulan:
• Produksi dan pengolahan hasil perkebunan (cengkeh, hasil kebun lainnya)
• Pengemasan dan branding produk lokal.
Pemasaran offline dan digital (marketplace dan media sosial).
• BUMDes menjadi motor penggerak ekonomi desa.
• Pengembangan unit usaha baru berbasis potensi lokal.
• Peningkatan tata kelola dan akuntabilitas keuangan.

Kemudian, masuk Desa Inovasi Muara Tinobu, Wabup Konut, Abu Haera menguraikan, Pengembangan smart fisheries dan pendampingan nelayan tetap berjalan. Peningkatan produksi dan pengolahan hasil laut, dan inovasi alat tangkap dan budidaya perikanan.

Lain dari itu, penguatan ekonomi pesisir yang meliputi:
• Pembinaan kelompok nelayan dan UMKM pesisir.
• Pengolahan hasil laut (ikan, hasil tangkapan lainnya).
• Penguatan ekonomi keluarga nelayan.
Pelavanan administrasi berbasis teknologi informasi.
• Sistem informasi desa terus dikembangkan. Akses layanan publik lebih cepat dan transparan.

“Dan pengembangan wisata bahari.
Penataan kawasan pesisir. Promosi wisata lokal. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan wisata, pengelolaan lingkungan pesisir, kegiatan kebersihan pantai, edukasi konservasi lingkungan laut, serta pengendalian pencemaran pesisir,”urainya.

Sali itu juga terdapat program penguatan kelembagaan Desa, peningkatan kapasitas pemerintah desa, penquatan kelompok masyarakat pesisir, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra, pemberdayaan masyarakat berbasis Inovasi
Pelatihan usaha ekonomi masyarakat, peningkatan keterampilan nelayan dan keluarga, penguatan peran perempuan dan pemuda desa.

“Untuk perubahan di Desa Muara Tinobu, adanya peningkatan pendapatan nelayan, hasil tangkapan memiliki nilai jual lebih tinggi, masyarakat mulai mengolah hasil laut (tidak hanya menjual ikan segar), penguatan ekonomi keluarga pesisir Keluarga nelayan ikut terlibat dalam usaha (olahan ikan, UMKM),”terangnya.

Pemerintah Kabupaten Konut memberikan dukungan penuh untuk program berkelaniutan. Keberhasilan Desa Inovasi Laramo dan Muara Tinobu menjadi pembelajara penting bagi Pemerintah Kabupaten. Oleh karena itu, kedepan
model Desa Inovasi akan direplikasi secara bertahap pada Desa-Desa lain sesuai
karakteristik dan potensi masing-masing wilayah.

Adapun bentuk dukungan tersebut:
1. Integrasi Desa Inovasi dalam RPJMD Kabupaten.
2. Dukungan OPD Teknis (DPMD, Dinas Perikanan, Dinas Koperasi dan UMKM
DLH).
3. Penquatan BUMDes
4. Pengembangan digitalisasi Desa.
5. Replikasi ke Desa-Desa lain (ini terkait dengan rencana replikasi Desa inovasi
dan Desa Wisata di Kabupten Konawe Utara dalam lima tahun sekitar 9 desa inovasi dan Desa Wisata.

Kemudian, dukungan Terhadap Pengembangan Indeks Desa Inovasi (ldi),
Pemerintah Kabupaten Konawe Utara juga berkomitmen mendukung penuh pengembangan Indeks Desa
Inovasi sebagai instrumen untuk mengukur kemajuan desa secara komprehensif, tidak hanya berdasarkan status pembangunan desa, tetapi juga berdasarkan kapasitas inovasi, tata kkelola, ekonomi, lingkungan, dan pelestarian budaya.***

Laporan Redaksi

Koran Indosultra