Desa Laramo dan Muara Tinobu Jadi Inspirasi Nasional, Wakili Bupati, Wabup Konut Tampil di Forum BRIN Menyapa Desa

Indosultra.com, Konawe Utara – Wakil Bupati Konawe Utara (Konut), H. Abu Haera, S.Sos.,M.Si menghadiri kegiatan BRIN Goes to Villages bertajuk “BRIN Menyapa Desa” yang berlangsung di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie BRIN Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026). Kehadiran Wabup Konut tersebut mewakili Bupati Konut, H. Ikbar, S.H., M.H

Dalam kesempatan itu Wabup Konut didampingi Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Konut Sudomo, S.E., Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Konut Sartono, S.Sos., M.Si.

Hadir juga dalam acara tersebut, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB), Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Sİ, IPU., ASEAN.Eng.

Kegiatan nasional yang mengusung tema “Transformasi 5 Pilar Inovasi Mewujudkan Desa Mandiri dan Sejahtera” itu menjadi forum strategis dalam memperkuat pembangunan desa berbasis riset, inovasi, dan kolaborasi multipihak. Lima pilar yang diangkat meliputi Smart & Innovative Society, Economy, Governance, Environment, dan Heritage.

Dalam forum tersebut, Kabupaten Konut turut menjadi perhatian melalui pemaparan perkembangan Desa Inovasi Laramo dan Desa Inovasi Muara Tinobu periode 2023–2026. Kedua desa dinilai berhasil menunjukkan transformasi pembangunan desa berbasis potensi lokal dan inovasi masyarakat.

Wakil Bupati Konut, H. Abu Haera, mengatakan bahwa program Desa Inovasi merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam mendorong kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan ekonomi, tata kelola modern, dan pemberdayaan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Konawe Utara sangat mengapresiasi pendampingan BRIN terhadap desa-desa inovasi kami. Program ini telah membuka ruang bagi masyarakat untuk berkembang, berinovasi, dan memanfaatkan potensi lokal secara lebih produktif,” ujar Abu Haera, Kamis (4/6/2026)

Ia menjelaskan, Desa Laramo di Kecamatan Lembo dikembangkan berbasis potensi perkebunan, khususnya cengkeh dan penguatan ekonomi masyarakat. Berbagai program telah dijalankan, mulai dari Rumah Inovasi Desa, penguatan UMKM, digitalisasi tata kelola desa, pasar kaget produk lokal, hingga program lingkungan Laramo SAIRA atau Smart Area Inovatif, Rapi dan Asri.

Sementara itu, Desa Muara Tinobu di Kecamatan Lasolo dikembangkan dengan basis potensi kelautan dan perikanan. Program inovasi di desa tersebut meliputi penguatan kelompok nelayan, pengembangan ekonomi pesisir, digitalisasi pelayanan desa, pengembangan wisata bahari, hingga penerapan konsep Smart Village berbasis lima klaster pembangunan inovatif.

Abu Haera menyebut, dampak program Desa Inovasi kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Di Desa Laramo, pertumbuhan UMKM dan peningkatan nilai tambah hasil perkebunan berhasil meningkatkan pendapatan warga. Sedangkan di Muara Tinobu, penguatan ekonomi keluarga nelayan dan pengolahan hasil laut menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat pesisir.

Selain sektor ekonomi, perubahan juga terlihat pada tata kelola pemerintahan desa yang semakin transparan dan berbasis digital. Masyarakat mulai terbiasa menggunakan layanan administrasi digital, sementara budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan turut meningkat di kedua desa tersebut.

Menurutnya, keberhasilan Desa Laramo dan Muara Tinobu menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Konut untuk mereplikasi program Desa Inovasi ke desa-desa lainnya. Bahkan, dalam lima tahun ke depan, Pemkab Konut menargetkan pengembangan sekitar sembilan desa inovasi dan desa wisata sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

“Ke depan, Konawe Utara siap menjadi laboratorium Desa Inovasi nasional. Kami berharap sinergi antara BRIN, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat agar desa-desa di Konawe Utara semakin mandiri, maju, dan sejahtera,” tutupnya.

Laporan: Ramadhan

Koran Indosultra